BNPB Ungkap Upaya Modifikasi Cuaca Padamkan Karhutla di Kalimantan-Sumatera

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat. Foto: Dok. Istimewa

BNPB menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi meteorologis, khususnya ketersediaan awan hujan.

“Operasi dilakukan melalui satgas darat dan satgas udara, baik itu melalui patroli udara, water bombing, dan TMC sesuai kondisi meteorologis lingkungannya,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan melalui kanal YouTube BNPB, Minggu (23/8).

Berton mengatakan, BNPB menyiagakan armada OMC dan stok bahan semai di setiap wilayah. Pelaksanaan modifikasi cuaca dilakukan ketika terdapat informasi mengenai ketersediaan awan hujan.

“BNPB menyiagakan armada OMC dan stok bahan semai di setiap wilayahnya sehingga proses modifikasi cuaca dapat dilaksanakan dengan baik ketika ada informasi ketersediaan awan hujan,” katanya.

Kalimantan Barat

Di Kalimantan Barat, OMC menjadi bagian dari operasi udara untuk menangani karhutla. BNPB menyiapkan satu pesawat OMC di tengah adanya potensi pertumbuhan awan hujan.

“Ketersediaan armada tersebut terdiri dari 2 patroli udara, 5 water bombing, dan 1 pesawat OMC mengingat adanya potensi pertumbuhan awan di wilayah Kalimantan Barat akan dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Berton.

OMC di Kalimantan Barat juga tengah berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 karena terdapat potensi awan hujan.

“OMC sedang berlangsung pada tanggal 22 sampai 23 Agustus karena adanya potensi awan hujan pada periode tersebut,” katanya.

Kalimantan Tengah

BNPB juga telah melaksanakan OMC di Kalimantan Tengah dalam beberapa periode sepanjang 2026.

“OMC dilakukan pada tanggal 16 sampai 30 Juni 2026 yang lalu, kemudian dilakukan juga 30 Juli sampai 4 Agustus 2026 yang lalu, dan 11 Agustus sampai 15 Agustus 2026, dan semuanya itu telah dioperasikan,” ujar Berton.

Kalimantan Selatan

Berbeda dengan Kalimantan Barat, pelaksanaan OMC di Kalimantan Selatan belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer belum mendukung.

“Untuk OMC belum bisa dilakukan karena belum ada pertumbuhan awan,” kata Berton.

Berton menyebut OMC menjadi salah satu faktor penting dalam menangani karhutla, terutama karena sebagian titik api berada di lahan gambut yang sulit dipadamkan.

“Sebagian besar titik Karhutla berada di lahan gambut sehingga sulit untuk dipadamkan. Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu faktor utama untuk dapat memadamkan lahan terbakar,” ujarnya.

Sumatera Selatan

Untuk Sumatera Selatan, BNPB dalam keterangannya menyebut OMC telah dilakukan dalam beberapa periode pada 2026.

“OMC yang pernah dilakukan 11 Mei sampai 15 Mei 2026, 4 Agustus sampai 10 Agustus 2026, dan telah selesai dilaksanakan,” ujar Berton.

Penajam Paser Utara

Di Penajam Paser Utara, OMC belum dapat dilaksanakan karena tidak terdapat potensi hujan.

“OMC tidak dapat dilaksanakan karena tidak adanya potensi hujan,” kata Berton.

Jambi

Sementara di Jambi, BNPB menyebut OMC sebelumnya telah dilakukan pada Juni 2026.

“OMC pernah dilakukan adalah sebanyak 3 sampai 12 Juni 2026,” ujar Berton.

Secara keseluruhan, BNPB menempatkan OMC sebagai salah satu bagian dari operasi udara dalam penanganan karhutla. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi cuaca, terutama keberadaan awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk modifikasi cuaca.