Bobby Soal Siswa Keracunan MBG Hilang Ingatan: Secara Medis, Tak Ada Gangguan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat ditemui usai acara Pertemuan Tingkat Menter (PTM) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di JW Marriott Hotel, Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat ditemui usai acara Pertemuan Tingkat Menter (PTM) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di JW Marriott Hotel, Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis siswa bernama Febi Yona (16) yang diduga hilang ingatan karena keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, tidak menemukan gangguan.

Bobby mengatakan, pengecekan medis tersebut telah dilakukan sebanyak dua kali.

"Dua kali melakukan medical check up menyeluruh, secara medis memang dinyatakan tidak ada gangguan," kata Bobby saat ditemui di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Rabu (9/9).

Bobby pun mengatakan, siswa tersebut juga diperiksa secara psikologis untuk mencari tahu apakah ada trauma atau tidak.

"Kami menyampaikan ini kan bukan hanya sakit medis. Artinya bukan hanya perutnya, sarafnya, ataupun yang diperiksa segala macam, tapi juga diuji traumanya," ujar Bobby.

Ia menuturkan, anak-anak siswa keracunan lainnya juga memiliki trauma. Sehingga, pemeriksaan trauma dilakukan.

"Kita tahu masih banyak anak-anak kita yang trauma. Karena mungkin bukan hanya yang keracunan, tapi juga yang melihat teman-temannya keracunan juga ada yang trauma. Nah, mungkin ini sekarang lagi dari kemarin baru dites tentang traumanya," ujar Bobby.

"Makanya sekarang bukan lagi bicara tentang medisnya, perutnya diperiksa, kepalanya diperiksa, bukan itu lagi, tapi lebih ke psikologinya. Nah, jadi dari kemarin psikiater juga sudah kita coba cek ini memang gangguan karena trauma atau yang lainnya," ucap Bobby.

Bobby juga meminta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk turun langsung mendampingi Febi Yona.

Hasil pemeriksaan terhadap trauma terhadap Febi Yona diperkirakan akan keluar dalam waktu dua hari ke depan.

"Hasilnya kita masih tunggu. Kami kemarin diminta sama pihak rumah sakit dan juga psikiaternya 'Pak, kasih kami waktu dua hari untuk menentukan apakah ini memang traumanya, apakah trauma ringan, trauma sedang atau trauma berat'. Ini yang hari ini mesti kita tunggu," imbuh Bobby.

Bobby menambahkan, para siswa yang masih mengalami gejala sakit perut ataupun pusing dalam penyembuhan tetap dimasukkan ke dalam absen kehadiran.

"Kalau dia izin, tidak kita catat sebagai apa namanya tidak masuk, tapi absen. Tidak kita catat sebagai absen, tapi nanti ada pembelajaran setelah itunya tetap kita dampingi. Itu sudah disuruh disampaikan ke kepala sekolah juga," tutur Bobby.

Elvinus Lusiana Sitanggang, ibunya Febi Yona yang diduga hilang ingatan karena keracunan MBG saat ditemui di RSUP Adam Malik, Medan, Selasa (8/9/2026). Foto: Dok. Amar Marpaung/kumparan

Sebelumnya, seorang siswa SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, bernama Febi Yona (16) diduga hilang ingatan akibat keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8) lalu.

Ibu Febi, Elvinus Lusiana Sitanggang, menyebut saat itu gejala keracunan baru dirasakan anaknya saat pulang ke rumah. Febi mengalami pusing kepala dan badannya gatal-gatal. Hingga akhirnya Febi dibawa ke rumah sakit dan diduga tak mengenali keluarganya.

Lalu, Elvinus membawa pulang anaknya, namun kondisi Febi menurun dan mengalami kejang-kejang. Di posisi itulah, Febi diduga mengalami hilang ingatan.

"Waktu dia sudah kejang, enggak ingat lagi sama sekali," ujar Elvinus.