Cegah Karhutla Berulang, Waka MPR Minta Pemerintah Manfaatkan AI Deteksi Dini

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang pada tahun-tahun mendatang.
Eddy mengatakan, teknologi AI dapat digunakan untuk memperkirakan arah angin serta mengidentifikasi titik-titik kebakaran yang berpotensi berkembang lebih cepat. Dengan begitu, pemerintah dapat melakukan deteksi dini dan menentukan langkah pencegahan maupun penanganan secara lebih tepat.
“Jangan sampai nanti di tahun yang akan datang kita juga mengalami hal yang sama, padahal kita sudah tahu bahwa musim kering itu terjadi kapan, ya, dan ini kan sudah bisa dideteksi lebih dini melalui teknologi,” kata Eddy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10).
“Apalagi teknologi yang sekarang kita miliki, tidak hanya pemantauan, tetapi juga AI, ya, yang bisa memperkirakan arah angin ke mana. Kemudian titik-titik mana yang bisa berkembang cepat lebih cepat dibandingkan yang lain-lain,” lanjutnya.
Menurut Eddy, pemanfaatan teknologi tersebut perlu menjadi langkah lanjutan dalam upaya penanganan karhutla. Ia menilai, pemerintah tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga perlu memperkuat langkah antisipasi sebelum musim kemarau tiba.
Di sisi lain, Eddy menyoroti upaya penanganan karhutla yang berlangsung tahun ini. Ia menyebut sekitar 60 ribu personel telah dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
Eddy menilai, karhutla tahun ini menjadi tantangan lebih besar akibat fenomena super El Nino yang berdampak pada kondisi kekeringan.
Namun, ia mengapresiasi terbukanya kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk membantu penanganan kebakaran. Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman di wilayah terdampak.
“Saya berharap bahwa kondisi di lapangan itu bisa segera bisa tertangani dengan lebih baik lagi dengan adanya dukungan dan bantuan,” ujarnya.
Ia juga menyebut hujan yang mulai turun di sejumlah daerah dapat membantu mempercepat proses pemadaman karhutla.
Meski demikian, Eddy menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi perhatian utama agar kebakaran hutan dan lahan dengan skala serupa tidak kembali terjadi pada tahun berikutnya.
“Saya kira ini adalah langkah berikutnya yang harus segera kita laksanakan,” tutup Eddy.
