CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Pram Sebut 95 Persen Warga Minta Dilanjutkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat CFD di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat CFD di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan mayoritas warga yang hadir mendukung agar kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menurut dia, berdasarkan masukan yang diterima langsung dari masyarakat, lebih dari 95 persen warga berharap CFD di kawasan tersebut tetap dilanjutkan.

“Hari ini Pemerintah DKI Jakarta secara resmi memulai kegiatan Car Free Day yang ada di Jalan Rasuna Said atau Kuningan, yang biasa disebut dengan Kuningan ini. Car Free Day akan dimulai pukul 05.30 sampai dengan jam 09.00,” kata Pramono.

“Kenapa jam 09.00? Karena memang ada masukan beberapa tempat di tempat ini digunakan tempat beribadah dan biasanya mulai jam 10.00 pagi, sehingga dengan demikian kita membedakan Car Free Day Sudirman-Thamrin yang mulai 05.30 sampai dengan jam 10.00, sementara Car Free Day di sini yaitu 05.30 sampai dengan jam 09.00 pagi,” lanjutnya.

Pramono mengatakan, sebelum kegiatan dimulai, dirinya secara khusus berdialog dengan masyarakat yang datang ke CFD Rasuna Said. Dari hasil dialog tersebut, mayoritas warga menginginkan CFD terus digelar.

“Dan tadi saya secara khusus ingin mendengarkan masukan, saran, dan juga pendapat dari masyarakat yang datang untuk Car Free Day. Sebagian besar, hampir 95, 96 persen lebih, mereka mengharapkan Car Free Day ini menjadi kontinu, terus-menerus,” ungkap Pramono.

“Yang 5 persen kurang, mereka mengharapkan ada beberapa perbaikan, karena memang terus terang saja kan ini belum selesai secara keseluruhan. Baru akan secara resmi rencananya kita resmikan pada tanggal 22 Juni, bertepatan dengan ulang tahun Jakarta ke-499,” sambung dia.

Selain mendapat respons positif dari masyarakat, Pramono menilai kawasan Rasuna Said memiliki potensi besar menjadi pusat aktivitas CFD baru di Jakarta.

Ia menilai lokasi tersebut memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari pemandangan kawasan hingga kemudahan akses transportasi publik.

“Sebagai Gubernur Jakarta saya adalah orang yang secara kontinu, baik sebelum menjadi gubernur maupun setelah menjadi gubernur, Car Free Day di Sudirman-Thamrin. Dan saya melihat potensi yang ada di Kuningan ini, kalau dilihat view-nya, dilihat udaranya, dilihat aksesnya, pasti ini akan menjadi landmark baru untuk Car Free Day yang ada di Jakarta,” katanya.

Suasana Car Free Day di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pramono mengungkapkan, Pemprov juga memantau adanya wisatawan mancanegara yang menjadikan CFD Jakarta sebagai salah satu tujuan kunjungan.

Menurut dia, warga dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand mulai datang untuk menikmati suasana CFD di ibu kota.

“Dan kebetulan kami juga memonitor, sekarang ini banyak masyarakat apakah itu dari Malaysia, kemudian dari Singapura, dari Thailand yang datang ke Jakarta selain untuk menikmati Whoosh ke Bandung, salah satu tujuan utamanya adalah Car Free Day. Seperti tadi, di tempat ini pun sudah ada masyarakat dari Malaysia yang memanfaatkan ini,” ujar Pramono.

“Jadi artinya Car Free Day ini mudah-mudahan akan menjadi tempat baru selain Sudirman-Thamrin yang sekarang sudah sangat padat, hampir 40-50 ribu setiap minggunya,” tambahnya.

Ia optimistis CFD Rasuna Said akan menjadi alternatif baru bagi warga Jakarta maupun masyarakat dari daerah penyangga karena didukung akses transportasi umum yang lebih mudah.

“Di tempat ini saya meyakini karena aksesnya lebih gampang, Transjakarta bisa di sini, kemudian juga LRT apakah itu dari Bekasi maupun dari Cibubur bisa sampai dengan tempat ini, sehingga akses dari luar Jakarta sangat gampang,” kata Pramono.

“Sehingga saya yakin ini akan menjadi tempat pilihan masyarakat untuk bisa memanfaatkan selain berolahraga, bersilaturahmi, dan juga yang dari luar, apa ya, saya yakin banget lah bahwa tempat ini pasti akan menjadi tempat pilihan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Meski mayoritas warga mendukung CFD Rasuna Said, Pramono mengakui masih ada sekitar 4 hingga 5 persen masyarakat yang memberikan sejumlah catatan.

Menurut dia, keluhan tersebut muncul karena sejumlah fasilitas di kawasan Rasuna Said masih dalam tahap penyelesaian menjelang peresmian pada 22 Juni mendatang.

“Yang kedua, untuk tempat ini yang 4-5 persen (warga yang hadir CFD) kenapa mereka mengeluh, karena memang mereka melihat sepanjang jalan terutama yang di sisi timur, di sisi sebelah sini, ini kan belum 100 persen selesai,” ujar dia.

“Masih ada pohon-pohon yang sedang ditanam karena memang baru selesai tanggal 22 Juni yang secara resmi akan kami resmikan. Maka dengan demikian, sebenarnya sarannya terutama untuk menyangkut kebersihan dan juga pengaturan para pedagang yang akan berjualan di sekitar sini,” lanjutnya.

Pramono menyebut telah meminta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk melakukan penataan sejak awal agar tidak muncul persoalan seperti yang pernah terjadi di CFD Sudirman-Thamrin.

“Maka tadi kebetulan ada Wali Kota Jakarta Selatan, Pak Syafrin, saya minta untuk dari awal dilakukan pembenahan, jangan sampai hal-hal kecil seperti ketika Car Free Day di Sudirman-Thamrin pada waktu itu ada pedagang yang kemudian sempat viral,” kata dia.

Suasana Car Free Day di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia kembali menegaskan bahwa area jalur CFD tidak diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan.

“Memang jalur Car Free Day terus terang tidak kita perbolehkan untuk siapa pun berdagang di tempat itu. Cuma hanya memang caranya mungkin lebih soft, tidak kemudian menimbulkan polemik di ruang publik,” ujar Pramono.

Pramono juga menanggapi masukan dari sejumlah jemaah gereja di sekitar Rasuna Said yang mengaku masih mengalami kendala akses menuju lokasi ibadah pada Minggu pagi.

Menurut dia, alasan utama CFD berakhir pukul 09.00 WIB adalah untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang hendak beribadah.

“Dan untuk Car Free Day sendiri yang tadi ada jemaah yang 09.30, maka kenapa kami adakan jam 09.00, karena itu. Dan memang yang pagi pun sebenarnya masih ada, tapi bisa lewat belakang. Jadi yang lewat belakang yang selama ini kami tutup, sekarang kami buka, tidak lewat Car Free Day. Memang harus muter lebih panjang sedikit, tetapi intinya kami menghormati siapa pun yang akan beribadah,” pungkasnya.