Dosen Bela Negara di UPNVJT Diduga Seksis Saat Ngajar, Diberhentikan Sementara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
UPN Veteran Jawa Timur. Foto: Dok. UPN Veteran Jawa Timur
zoom-in-whitePerbesar
UPN Veteran Jawa Timur. Foto: Dok. UPN Veteran Jawa Timur

Seorang dosen Bela Negara Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT), Surabaya, berinisial HP diduga beberapa kali berucap seksis saat perkuliahan. Hal ini membuat sejumlah mahasiswa resah akan perkataannya saat mengajar.

Salah satu mahasiswa UPNVJT, KA, mengatakan kasus ini mencuat setelah seorang mahasiswa mengirim pesan di akun mention confess (menfess) sebuah media sosial dengan narasi ucapan dosen tersebut mengandung seksis.

“Awal mula informasi ini beredar adalah ketika ada seseorang yang mengirimkan menfess yang salah satu isinya menceritakan mengenai dosen Bela Negara yang kerap membahas hal-hal yang dianggap seksis di dalam kelas,” kata KA kepada wartawan, Senin (5/10).

KA juga mendapat informasi dari sejumlah mahasiswa UPNVJT yang menyampaikan hal serupa bahwa dosen tersebut melakukan ucapan seksis saat mengajar di kelas.

“Pembahasan kemudian diarahkan kepada keberadaan mahasiswa perempuan di kelas dengan ucapan, ‘yang punya susu juga ada di sini’,” ucapnya.

KA mengungkapkan, salah satu mahasiswi pun berusaha memperingatkan dosen tersebut atas ucapannya. Namun, mahasiswi itu malah dipersilakan untuk meninggalkan kelas apabila merasa tidak nyaman.

“Setelah mahasiswi tersebut keluar, beliau juga sempat mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung,” kata KA.

“Termasuk pembahasan mengenai ‘dimadu’ dan beberapa pernyataan lain yang saat ini juga sedang kami dalami dari para informan,” tambah dia.

KA mengatakan bahwa dugaan ucapan seksis saat ini masih didalami oleh BEM FISIP UPNVJT.

“Untuk saat ini, kami dari BEM FISIP masih dalam proses advokasi dan pengumpulan informasi untuk memastikan kronologi serta keterangan dari para pihak yang terlibat,” ungkap dia.

“Kami juga berupaya agar hak dan keamanan para korban maupun informan tetap diperhatikan selama proses ini berjalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Humas UPN Veteran Jatim Nizwan Amin, mengatakan bahwa Satgas Pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan & Bimbingan Konseling (PPK-BK) UPNVJT telah menerima laporan dari salah satu mahasiswa atas perkara ini.

“Sementara yang terdata di Satgas PPKBK masih 1 orang,” kata Nizwan.

Dengan adanya laporan itu, kata Nizwan, pihak kampus memberhentikan sementara dosen tersebut dan menunjuk dosen pengganti untuk mendalami kasus ini.

“Sudah ada dosen pengganti yang ditunjuk. Betul (diminta tidak mengajar selama pemeriksaan), masih diproses investigasi sama Koordinator MKU, Satgas PPKBK, dan Dewan Etik Fakultas,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada para mahasiswa UPNVJT untuk tidak ragu melapor apabila menjadi korban kekerasan seksual atau pelecehan verbal.

“Bisa lapor ke Satgas di hari dan jam kerja. Kanal pengaduan juga bisa online, bisa laporan ke Instagramnya UPN, atau datang ke rektorat, cari humas, nanti cerita humas nanti pasti kita layani,” ucapnya.