Golkar Perintahkan DPD NTT Panggil Kader yang Terkait Dugaan Intimidasi dr Icha

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M. Sarmuji meminta seluruh kader partainya untuk mawas diri dan tidak menyalahgunakan jabatan.

Pernyataan itu disampaikan menyusul dugaan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Partai Golkar, Therensius Lazakar, dalam kasus dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha yang berujung pada meninggalnya dr. Icha.

Sarmuji mengatakan arahan tersebut sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada seluruh kader Golkar. Menurutnya, pejabat publik harus menjaga sikap dan tidak bertindak semena-mena.

“Jadi, kita memberi arahan, dan ini sudah sering saya sampaikan. Seluruh pejabat publik, khususnya yang dari Golkar, hendaknya menjaga diri. Ojo dumeh, jangan mentang-mentang memiliki jabatan yang tinggi kemudian berlaku yang tidak patut kepada orang yang di bawahnya,” ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Icha, Sarmuji memastikan Partai Golkar akan mendalami kasus tersebut. Ia mengatakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi NTT telah ditugaskan untuk memanggil kader yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan.

“Untuk yang kasus NTT, kita akan dalami. Tentu kami sudah tugaskan kepada DPD Provinsi untuk memanggil yang bersangkutan. Tadi malam saya juga ber-WA kepada Ketua DPD Provinsi untuk memanggil dan akan dipanggil secepatnya, bisa jadi hari ini,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan pemberian sanksi, termasuk pemecatan terhadap kader yang diduga terlibat, Sarmuji menyebut partainya belum mengambil kesimpulan.

Menurutnya, Golkar akan terlebih dahulu mendengarkan keterangan dari seluruh pihak sebelum menentukan langkah organisasi.

“Ya, didalami dulu. Kan kita harus juga mendengarkan dari kedua sisi. Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan seperti yang kemarin terjadi,” tuturnya.

Menurutnya, tugas partai adalah melakukan pembinaan agar seluruh kader menaati aturan dan menjaga etika sebagai pejabat publik.

“Selalu akan ada, dari sekian ribu anggota DPRD di Indonesia dari semua partai pasti ada yang seperti itu. Dan tugas kita adalah membuat mereka tertib, ya,” pungkas dia.

Adapun kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha terus menjadi sorotan publik. Sejumlah perkembangan terungkap, mulai dari dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), penyelidikan polisi, hingga langkah pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan.

Pihak keluarga menduga dokter Icha mengalami depresi berat setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten TTU terkait penanganan seorang pasien yang mengalami gigitan ular hijau.

“Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD,” ungkap Paman dr. Icha, Fabi Banase, Sabtu (27/6).

Fabi menyebut tiga anggota DPRD yang dimaksud ialah Veronika Lake dari PDI Perjuangan, Therensius Lazakar dari Partai Golkar, dan Norbertus Tubani dari PKB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang diterima keluarga, dokter Icha didiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik.

“Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, ‘Kau akan bertemu saya di Komisi III’,” tambah Fabi.