Hasilkan 1,5 Ton Sampah Per Hari, RS Kanker Dharmais Dorong Net Zero Hospital

Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSK Dharmais) menghasilkan sampah sekitar 1,5 ton per hari dari aktivitas pelayanan kesehatan. Untuk menekan dampak lingkungan dari aktivitas tersebut, RSK Dharmais mencanangkan Program Net Zero Hospital dengan mendorong efisiensi penggunaan energi, air, hingga pengelolaan limbah.
Direktur Layanan Operasional RSK Dharmais Juliana Aritonang mengungkapkan, aktivitas pelayanan yang berlangsung setiap hari membuat rumah sakit menghasilkan berbagai jenis limbah.
“Khususnya mungkin di Rumah Sakit Kanker Dharmais ini, limbahnya tidak cuma limbah cair atau limbah padat, ada juga limbah nuklir. Itu menjadi satu hal yang saya rasa harus dikawal sekali,” kata Juliana saat ditemui wartawan dalam agenda pencanangan Program Net Zero Hospital di RSK Dharmais, Jakarta Barat, Jumat (25/9).
Ia menjelaskan RSK Dharmais dapat menghasilkan sekitar 1,5 ton sampah dalam sehari. Karena itu, Juliana berharap pencanangan Net Zero Hospital dapat mendorong perubahan budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan.
“Sampah kita bisa hasilkan kurang lebih sampai dengan 1,5 ton. Itu cukup banyak sekali. Harapannya dengan kita Net Zero ini, kita bisa membangun budaya kerja yang lebih baik, khususnya yang lebih peduli terhadap lingkungan, bisa mengurangi sampah tadi,” terangnya.
Dalam upayanya menuju Net Zero Hospital, Juliana mendorong seluruh sivitas rumah sakit untuk mengubah kebiasaan dalam menggunakan energi. Penggunaan listrik dan air, misalnya, diharapkan dapat dilakukan secara lebih efisien dalam aktivitas sehari-hari.
“Bagaimana kita tidak lupa untuk mematikan lampu pada saat selesai melakukan aktivitas atau mematikan komputer kita pada saat beraktivitas, kemudian mengatur pemakaian lift,” ujarnya.
Ia kemudian mencontohkan, pegawai dapat menggunakan tangga untuk aktivitas tertentu yang memungkinkan dilakukan tanpa lift.
“Kalau misalnya naiknya satu-satu tangga ya tidak usah menggunakan lift tapi bisa menggunakan tangga. Itu mungkin hal-hal yang kecil yang bisa kita komitmenkan untuk dikerjakan oleh seluruh sivitas hospitalia,” sambungnya.
Dua Gedung Bersertifikat Hijau
Sebelum mencanangkan Net Zero Hospital, RSK Dharmais lebih dulu menerapkan konsep bangunan hijau. Pada periode 2025–2026, Gedung Cendana dan Gedung Parkir rumah sakit tersebut mendapatkan sertifikasi Bangunan Gedung Hijau dan greenship.
Sertifikasi tersebut mencakup tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga pemanfaatan atau operasional gedung.
Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan dan K3RS RSK Dharmais Wisnu Handoyo mengatakan, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan rumah sakit dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.
“Dengan diperolehnya sertifikat BGH ini, kami berharap penerapan prinsip keberlanjutan tidak berhenti pada aspek bangunan semata, tetapi dapat terus dilanjutkan pada aspek operasional, penggunaan energi, pengelolaan air, pengelolaan limbah, kualitas lingkungan dalam ruang, serta perilaku seluruh pengguna bangunan,” tutur Wisnu.
Pada kesempatan itu, Juliana menerangkan bahwa penerapan Net Zero Hospital diharapkan bisa membuat lingkungan rumah sakit lebih nyaman dan bersih bagi pasien, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
“Net Zero Hospital yang kami harapkan adalah tadi ya, pertama bisa menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, yang lebih bersih, khususnya mungkin untuk pasien-pasien Rumah Sakit Kanker Dharmais dan yang kedua, akan memberikan efisiensi terhadap operasionalnya rumah sakit,” harapnya.
Melalui pencanangan tersebut, Juliana juga berharap langkah serupa dapat diikuti rumah sakit lainnya sehingga pasien bisa mendapatkan lingkungan pelayanan kesehatan yang lebih nyaman dan sehat.
“Dan harapannya dengan pencanangan Net Zero Hospital ini nanti akan diikuti juga oleh rumah sakit-rumah sakit yang lain, sehingga pasien akan bisa menjadi lebih nyaman dan lebih sehat lagi dilayani di rumah sakit,” tutupnya.
