Iran Tembakkan Rudal ke Israel, IDF Ancam Serang Balik
·waktu baca 2 menit

Militer Israel mengatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran pada Minggu (7/6).
"Beberapa saat yang lalu, sirene peringatan berbunyi di sejumlah wilayah di seluruh negeri setelah teridentifikasinya rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Negara Israel," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan dilansir dari AFP.
Militer Israel menyebut sejauh ini seluruh rudal yang ditembakkan Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka, namun Israel juga memperingatkan bahwa Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal tambahan.
"IDF sejauh ini telah mencegat seluruh rudal yang diluncurkan dari Iran. IDF saat ini telah mengidentifikasi peluncuran tambahan yang diarahkan ke Negara Israel," kata militer Israel.
"Sistem Pertahanan Udara saat ini sedang mengidentifikasi dan mencegat ancaman yang ada," lanjut pernyataan tersebut.
Menanggapi serangan itu, Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menegaskan bahwa pasukannya siap melancarkan serangan balasan terhadap Iran begitu mendapat perintah dari pemerintah.
"IDF akan menyerang musuh dengan kekuatan penuh segera setelah lampu hijau diberikan," kata Zamir dalam sebuah pernyataan saat melakukan penilaian situasi.
Sementara, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya menyebut serangan tersebut merupakan balasan dari serangan Israel terhadap Lebanon Selatan.
"Tentara Zionis harus menghentikan serangan mereka terhadap Lebanon selatan dan wilayah Dahiyeh. Jika mereka memperluas serangan ke kawasan tersebut atau memberikan respons terhadap tindakan Iran, mereka akan menghadapi serangan yang lebih keras dan membuatnya menyesal. Serangan-serangan yang menghancurkan terhadap rezim tersebut dan para pendukungnya juga akan dimulai," katanya dikutip dari Fars News.
Di tengah meningkatnya ketegangan, kelompok Hizbullah di Lebanon juga mengumumkan telah melancarkan serangan drone ke sebuah pos militer Israel di wilayah utara negara itu pada Minggu.
Serangan tersebut diklaim sebagai respons atas apa yang disebut Hizbullah sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan serangan-serangan yang menghantam sejumlah desa di Lebanon selatan.
Dalam pernyataannya, Hizbullah mengatakan bahwa "sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh musuh Israel dan serangan-serangan yang menghantam desa-desa di Lebanon selatan... para pejuang Perlawanan Islam menargetkan, pada pukul 09.30 pagi hari Minggu, 7 Juni 2026, kerumunan tentara musuh Israel di Barak Dovev."
Pernyataan Hizbullah itu muncul beberapa jam setelah Israel mengatakan telah menggempur Beirut sebagai balasan atas tembakan lintas perbatasan. Ketegangan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik di kawasan dapat kembali meningkat meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak April lalu.
