JD Vance ke Swiss, Wakili AS Bahas Implementasi Perundingan Damai dengan Iran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden AS JD Vance melambaikan tangan saat naik ke pesawat Air Force Two setelah menghadiri pembicaraan tentang Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). Foto: Jacquelyn MARTIN / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden AS JD Vance melambaikan tangan saat naik ke pesawat Air Force Two setelah menghadiri pembicaraan tentang Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). Foto: Jacquelyn MARTIN / POOL / AFP

Wakil Presiden AS JD Vance bertolak ke Swiss pada Sabtu (20/6) untuk melakukan pembicaraan mengenai implementasi kesepakatan guna mengakhiri perang di Timur Tengah. Ia mengatakan para perunding akan membahas program nuklir Iran dan gencatan senjata di Lebanon.

“Saya hanya bisa berada di sana satu atau dua hari. Saya berharap kami akan membuat kemajuan dalam isu nuklir, serta kemajuan dalam isu gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya akan menjadi fokus kami,” kata Vance kepada wartawan sebelum berangkat dari Joint Base Andrews, dikutip dari AFP.

Sebelumnya, delegasi Iran telah berangkat ke Swiss, untuk bernegosiasi merumuskan perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (20/6). Delegasi ini nantinya juga akan menagih implementasi dari poin-poin perdamaian untuk menyudahi perang di Timur Tengah.

"Delegasi akan berangkat untuk menindaklanjuti dan meminta implementasi pihak AS, sebagai bagian komitmen dari perjanjian damai," kata kantor Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, dilansir kantor berita Iran, IRNA via AFP.

"Dan pihak AS harus mengambil langkah yang segera, jika tidak, perdamaian akan bermasalah," lanjut Baqaei.

Delegasi ini diperkuat dengan sejumlah nama besar Iran, seperti negosiator ulung Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Iran juga menekankan, bahwa perjanjian damai yang disepakati oleh AS berarti termasuk menghentikan pertempuran yang terjadi di Lebanon. Artinya, tentara Israel dan Hizbullah juga harus ikut berdamai.

Padahal, Israel kembali menyerang Lebanon pada Jumat (19/6) dan Sabtu ini.

Iran lalu merespons dengan menutup kembali selat Hormuz, begitu mengetahui serangan Israel ini.