Jelang HUT ke-81 RI dan Sidang Tahunan, Pimpinan MPR Ziarah ke Makam Bung Hatta

Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berziarah ke makam Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Turut hadir dalam agenda ziarah tersebut, ketiga putri Bung Hatta yaitu Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta. Sementara itu, Muzani turut didampingi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Rusdi Kirana, dan Lestari Moerdijat.
Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan, ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan pemikiran Bung Hatta yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.
“Alhamdulillahirabbilalamin, pada sore hari ini pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bisa berziarah ke makam proklamator kita, Doktor Mohammad Hatta. Setelah pada sebelumnya kita berziarah ke makam proklamator Insinyur Soekarno di Blitar, dan hari ini kita sampai di makam Bung Hatta,” kata Muzani di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8).
Muzani menegaskan, Bung Hatta memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia maupun pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia.
“Bung Hatta adalah orang yang sangat penting dalam sejarah pendirian Republik Indonesia dan dalam sejarah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia. Beliau lah yang menandatangani Konferensi Meja Bundar tahun '48, yang kemudian melahirkan pengakuan kedaulatan kepada Republik Indonesia,” ujarnya.
Selain dikenal sebagai salah satu Proklamator Kemerdekaan bersama Soekarno, menurut Muzani, Bung Hatta juga merupakan tokoh yang meletakkan dasar sistem perekonomian nasional.
“Beliau lah yang juga salah satu proklamator bersama Bung Karno yang ketika itu disebut Dwi Tunggal. Beliau juga yang merancang perekonomian kita. Pasal 33, Pasal 34 adalah bagian dari yang menjadi konsen beliau. Beliau lah yang merancang perekonomian berdasarkan atas asas kekeluargaan yang kemudian berwujud koperasi, sehingga beliau disebut Bapak Koperasi Indonesia,” ucapnya.
Muzani menilai gagasan-gagasan Bung Hatta masih relevan hingga kini, terutama dalam menghadapi perkembangan ekonomi nasional.
“Masih banyak sederet lagi pemikiran-pemikiran beliau yang sampai sekarang masih sangat relevan dalam perkembangan perekonomian nasional kita,” tuturnya.
Karena itu, kata dia, ziarah yang dilakukan menjadi bagian dari upaya menghormati para pendiri bangsa sekaligus mengingat kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada generasi penerus.
“Sebagai wujud penghormatan atas semua itu, hari ini pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat berziarah sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, yang akan diawali dengan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Sidang Bersama DPR dan DPD pada hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026,” katanya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Bapak Mohammad Hatta dan Ibu Rahmi Hatta, yakni putri-putri beliau yang hari ini mendampingi kami, yakni Ibu Meutia Farida Hatta, Ibu Gemala Rabi’ah Hatta, dan Ibu Halida Nuriah Hatta yang hari ini bersama kami,” sambungnya.
Ia berharap semangat dan pemikiran Bung Hatta tetap menjadi pedoman dalam membangun Indonesia ke depan.
“Semangat, gelora, dan cita-cita pemikiran Bung Hatta tentang Indonesia masa depan masih terus kita pegang dan kita akan terus berusaha melakukan apa yang selama ini dilakukan oleh dalam pikiran-pikiran Mohammad Hatta," kata Muzani.
"Mudah-mudahan ziarah hari ini menjadi bagian dari upaya kita untuk menghormati semua pemikiran para pendahulu bangsa kita, dan pemikiran-pemikiran yang dulu diberikan oleh beliau dan para pendiri bangsa lain menjadi sebuah keberkahan bagi masa depan bangsa Indonesia dan masa depan generasi-generasi yang akan datang,” lanjut dia.
Sementara itu, putri sulung Bung Hatta, Meutia Hatta, mengaku terkesan atas kunjungan pimpinan MPR yang berziarah ke makam ayahnya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
“Bapak Muzani, pimpinan MPR dan jajaran seluruhnya yang hari ini telah datang berziarah ke makam ayahanda kami dalam rangka peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan bulan Agustus ini. Kami bertiga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan juga atas nama putra anak-anak kami, anak cucu dari Bung Hatta dan Ibu Rahmi Hatta,” tuturnya.
Meutia mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momen yang sangat berkesan bagi keluarga Bung Hatta.
“Saya atas nama keluarga juga tadi mengatakan, ini baru pertama kalinya menjelang 17 Agustus kami datang ke sini untuk menerima Bapak-Bapak semua, pimpinan dan Ibu juga dari MPR. Dan ini sungguh sangat mengesankan bagi kami,” kata dia.
Ia juga kembali mengingat kontribusi besar Bung Hatta dalam berbagai bidang, tidak hanya sebagai Proklamator dan Bapak Koperasi Indonesia.
“Kalau Bung Hatta memang sebagai Bapak Koperasi, Bapak Perumahan Rakyat, pernah juga menjadi Ketua Umum PMI yang pertama, 16 September 1945. Beliau dan serangkaian lagi ya, kegiatannya yang cemerlang dari Bung Hatta,” ungkap dia.
Meutia menuturkan, selama ini keluarga lebih sering menerima kunjungan para menteri yang datang berziarah secara terpisah. Karena itu, kehadiran pimpinan MPR secara bersama-sama memiliki makna tersendiri bagi keluarga.
“Pada hari-hari itu kami berziarah kemari menjadi tuan rumah bagi para menteri masing-masing. Tetapi sekarang untuk Bapak bersama rombongan di sini dan keluarga besar MPR, saya dari pimpinan sampai semua yang hadir di sini, saya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tutupnya.
