Kasus Satpol PP Dikeroyok Pekerja Proyek di Jaksel Berakhir Damai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Kasus dugaan pengeroyokan anggota Satpol PP oleh pekerja proyek di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berakhir damai. Korban telah mencabut laporan polisi setelah kedua pihak menjalani mediasi.

Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi, mengatakan mediasi dilakukan di Polsek dengan difasilitasi kepolisian.

“Itu dari korbannya sudah cabut laporan. Kemarin mereka berdamai, mediasi di polsek, kita fasilitasi,” kata Nugrahadi kepada wartawan, Rabu (14/10).

Nugrahadi mengatakan, dalam mediasi tersebut, kedua pihak juga membahas biaya pengobatan korban. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci alasan korban memilih berdamai.

“(Alasan damai) Nah itu tanya ke pihak korbannya. Yang jelas biaya pengobatan dan segala macam dari perwakilannya ada yang mediasi sama mereka, sama korban, didampingi kita juga,” ungkap Nugrahadi.

Sebelumnya, Satpol PP Jakarta Selatan melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke Polsek Kebayoran Baru. Polisi sempat memeriksa lima saksi untuk mendalami kejadian yang berlangsung pada Kamis (8/10).

Insiden itu terjadi saat tim gabungan melakukan penertiban parkir liar dan operasi cabut pentil terhadap sepeda motor di kawasan Kebayoran Baru, serta menertibkan pedagang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat dijumpai di Monas, Jakpus, Sabtu (5/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Menurut Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, insiden penertiban dilakukan setelah masyarakat berulang kali mengeluhkan gangguan ketertiban akibat parkir liar dan aktivitas PKM di lokasi tersebut. Kegiatan awalnya berjalan lancar hingga selesai.

Situasi kemudian memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas karena sepeda motor mereka dikenai sanksi Operasi Cabut Pentil (OCP) oleh Dinas Perhubungan (Dishub).

Meski sempat mereda, ketegangan kembali terjadi saat petugas hendak meninggalkan lokasi. Sejumlah orang dilaporkan menyiramkan air got dan melempar batu ke arah petugas.

Dalam kejadian itu, seorang anggota Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru mengalami luka robek di bagian dahi akibat hantaman helm proyek. Korban kemudian mendapat penanganan medis di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan.

"Dalam kejadian tersebut, seorang anggota Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru mengalami luka robek di bagian dahi akibat hantaman helm proyek," kata Satriadi kepada kumparan, Minggu (11/10).