Kasus Siswa SD di Pemalang Tewas Diduga Dibully, Polisi: Tak Ada CCTV

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi CCTV. Foto: Victor Prilepa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi CCTV. Foto: Victor Prilepa/Shutterstock

Muhammad Hasbi Al Aqib alias Aqib (7), siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng), meninggal dunia diduga menjadi korban bullying kakak kelas.

Kasus ini tengah diusut kepolisian dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga menelusuri CCTV, tetapi tak ada kamera pengawas di sekolah tersebut.

"Sementara belum ada CCTV," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, dikonfirmasi, Sabtu (3/10).

Meski tak ada CCTV, Wildan menegaskan hal ini tidak akan menghambat penyidik dalam bekerja.

"Insyaallah nggak (terhambat)," katanya.

Pada Kamis (1/10), jenazah Aqib yang meninggal dunia pada Rabu (30/9) diautopsi di RSUD Ashari, Pemalang. Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Aqib.

Sampai saat ini, hasil autopsi belum keluar. "Belum (keluar hasilnya). Menunggu hasil dari tim Bidokkes Polda Jateng," kata Wildan.

Sementara itu, sudah ada enam saksi yang dimintai keterangan yakni teman korban, pihak sekolah, dan orang tua korban.

Aqib masuk rumah sakit pada Kamis (17/9). Korban sempat merasakan sakit perut, muntah berat hingga BAB berdarah. Saat dirawat beberapa hari, dia bercerita pernah dipukul tiga kakak kelasnya yang duduk di kelas 5 dan 6.

Setelah dirawat di RS sekitar 9 hari, Aqib meninggal pada Rabu (30/9).