KBRI: Bandara Internasional Riyadh Ditutup Sementara Usai Serangan Houthi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Sabtu (10/10). Serangan tersebut menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 309 orang luka-luka.

Imbas serangan itu, operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara hingga pemeriksaan dan penilaian keselamatan fasilitas bandara selesai dilakukan.

"Serangan tersebut juga telah berdampak pada penghentian sementara operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Menurut penjelasan dari Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, operasional bandara telah dihentikan sementara hingga pemeriksaan dan penilaian yang diperlukan selesai dilakukan guna memastikan keselamatan fasilitas bandara, melalui koordinasi dengan otoritas terkait,” tulis KBRI Riyadh dalam keterangannya, Minggu (11/10).

KBRI Riyadh menyatakan, berdasarkan informasi Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA), serangan tersebut menewaskan empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Sementara itu, sebanyak 309 orang mengalami luka-luka, termasuk sejumlah korban dalam kondisi kritis. Para korban telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit.

Asap membumbung tinggi di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Kamis (8/10). Asap itu diduga berasal dari pesawat penumpang yang terkena serangan. Foto: social media via REUTERS

KBRI Riyadh menyebut belum menerima laporan WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Namun, informasi mengenai kemungkinan WNI di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

“KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada/tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya,” tulis KBRI.

KBRI juga mengimbau WNI yang berada di Arab Saudi, khususnya di wilayah Riyadh, agar menghindari area Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya. WNI diminta membatasi perjalanan yang tidak esensial serta mematuhi arahan otoritas setempat.

Bagi WNI yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Arab Saudi, KBRI menyarankan agar mengkonfirmasi kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.

WNI juga diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi serta KBRI Riyadh.

KBRI Riyadh juga memastikan tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada WNI dengan normal.

"Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh masih beroperasi dan memberikan pelayanan kepada Warga Negara Indonesia seperti biasa. Layanan hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh dapat diakses di Nomor +966 569173990," tulisnya.