Kemenhub Dorong Super Apps Transportasi Nasional, Integrasikan Data-Layanan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Jenderal Intramoda Kemenhub Risal Wasal dalam Seminar MTI di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
 Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Intramoda Kemenhub Risal Wasal dalam Seminar MTI di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong adanya pengembangan super apps transportasi nasional yang terintegrasi dengan big data untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di Indonesia.

Direktur Jenderal Integrasi Moda Transportasi (Intramoda) Kemenhub Risal Wasal mengatakan, super apps tersebut nantinya terhubung dengan berbagai data transportasi, mulai dari informasi pasokan dan permintaan hingga data operator.

Menurutnya, integrasi data diperlukan untuk mengatasi kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dengan layanan transportasi yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia.

"Big data itu berisi data-data terkait dengan supply-demand, operator, dan lain-lain. Super apps itu memastikan bagaimana kemudahan untuk melaksanakan layanan transportasi," kata Risal dalam Seminar Nasional Masyarakat Transportasi (MTI) di Millenium Hotel Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).

Risal menjelaskan, super apps tersebut juga akan mendukung layanan transportasi yang bersifat on-call atau tidak terjadwal. Dengan sistem tersebut, kebutuhan angkutan dapat disesuaikan dengan ketersediaan moda transportasi di suatu wilayah.

Dia mencontohkan persoalan distribusi barang di daerah yang terkadang terkendala karena tidak tersedianya kapal dengan kapasitas atau fasilitas yang sesuai kebutuhan.

"Kalau di misalnya tadi ada satu wilayah, dia berproduksi, tol lautnya masih lama nih, atau tolnya sudah lewat. Dengan super apps, dengan big data ini, mereka bisa melihat kapal apa terdekat yang bisa digunakan, tidak terjadwal," ujar Risal.

Menurut Risal, sistem tersebut juga dapat mempertemukan kebutuhan pengiriman barang dari satu wilayah dengan wilayah lain. Data yang terintegrasi memungkinkan operator mengetahui barang yang dapat dibawa dari satu titik ke titik berikutnya.

"Dengan big data tadi sudah ketemu lagi ada barang apa lagi bisa dibawa dari (lokasi) B ke mana lagi. Jadi data big data ini memastikan pergerakan barang dilayani," katanya.

Risal menuturkan, konsep tersebut diharapkan dapat mengatasi kesenjangan layanan transportasi, terutama di wilayah terpencil, tertinggal, terdepan, dan perbatasan (3TP).

Dia menegaskan, wilayah 3TP bukan berarti daerah miskin, melainkan kawasan yang belum mendapatkan layanan transportasi secara optimal. Kondisi tersebut dapat membuat berbagai produk daerah, seperti hasil perikanan, sulit didistribusikan keluar wilayah.

"3TP bukan daerah miskin, tapi daerah yang belum terlayani dengan baik transportasinya, hingga produk-produk mereka belum keluar dari daerahnya," kata Risal.

Selain untuk angkutan barang, super apps tersebut juga diarahkan untuk mendukung perjalanan masyarakat. Risal menyebut sistem itu akan memuat informasi jadwal secara real-time, perencanaan perjalanan, pemesanan terintegrasi, serta laporan dan umpan balik dari pengguna.

"Kita mencoba membuat suatu informasi jadwal secara real-time, kita membuat suatu perencanaan perjalanan, Bapak Ibu juga pemesanan terintegrasi," ujarnya.

Risal mengatakan, integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenhub meningkatkan kualitas konektivitas transportasi nasional. Sebab, menurut dia, konektivitas antarwilayah saat ini sudah terbentuk, tetapi kualitas integrasi layanan masih perlu ditingkatkan.

"Konektivitas sudah terjadi, integrasi mungkin sudah terjadi, tapi kualitas itu yang nggak terjadi," kata Risal.

Dia mencontohkan persoalan tersebut dapat terlihat dari perbedaan jadwal antarmoda yang belum selalu selaras. Karena itu, Kemenhub mendorong integrasi transportasi tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mencakup jaringan, pembayaran, informasi, dan kelembagaan.

Risal berharap pengembangan big data dan super apps tersebut dapat membuat layanan transportasi di berbagai wilayah menjadi lebih mudah diakses serta mengurangi kesenjangan layanan dari hulu hingga hilir.

"Ini yang sedang kita siapkan dan sudah tersedia sistemnya," ujar Risal.