Kepuasan Embarkasi Jakarta-Bekasi Rendah, Menhaj Nilai Ekspektasi Jemaah Tinggi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026. Foto: Kemenhaj RI
zoom-in-whitePerbesar
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026. Foto: Kemenhaj RI

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Muhammad Irfan Yusuf, menilai tingginya ekspektasi jemaah metropolitan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya skor kepuasan embarkasi Jakarta-Bekasi dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Pernyataan itu disampaikan Irfan saat menanggapi hasil Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 1447 H/2026 M yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Hasil survei tersebut menunjukkan embarkasi Jakarta-Bekasi sebagai embarkasi dengan nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) luar negeri terendah, yakni 78,67 poin.

Sementara embarkasi Banda Aceh mencatat nilai tertinggi sebesar 85,20 poin.

“Tentu itu menjadi bahan evaluasi kita. Tapi Jakarta, Bekasi, maupun Pondok Gede, mayoritas jemaah adalah orang-orang Jakarta, orang-orang metropolitan yang harapannya itu cukup tinggi. Sehingga ketika menemukan pelayanan yang mungkin tidak sesuai dengan harapan yang tinggi itu mungkin, makanya nilainya agak turun dibandingkan yang lain,” kata Irfan usai konferensi pers di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Proses pemulangan jemaah haji dengan skema Tanazul. Foto: MCH 2026

Selain evaluasi di embarkasi, Irfan menyebut kepadatan di Mina masih menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Untuk mengatasinya, pemerintah berencana menambah jumlah jemaah yang mengikuti skema tanazul pada musim haji mendatang.

“Tantangannya di Mina. Semuanya di Mina tantangannya, karena Mina tempatnya relatif kurang. Sehingga diperlukan berbagai terobosan untuk mengatasinya. Salah satu yang kita lakukan tahun ini, tahun 2026, kita mentanazulkan 20 ribu orang dari tenda Mina ke hotel sehingga jumlah yang ada di tenda berkurang. Kemungkinan tahun depan akan kita tambah jumlah yang tanazul,” jelas dia.