Listyo di Sertijab KSP: Kantornya Boleh Kecil tapi Bisa Panggil Menteri

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyinggung besarnya kewenangan KSP dalam mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia berkelakar, meski kantor KSP kecil, lembaga tersebut bisa memanggil para menteri.
Hal itu disampaikan Listyo saat serah terima jabatan (sertijab) Kepala Staf Kepresidenan dari Dudung Abdurachman di Kantor KSP, Jakarta, Senin (5/10). Listyo resmi menggantikan Dudung yang kini menjabat Menko Polkam.
“Tapi kalau di sini memang kita memiliki kewenangan untuk menyelesaikan itu semua, di sana kita inisiatif sajalah. Jadi kalau di sini kita memiliki kewenangan, Mas Najib kelihatan senyum-senyum kan. Jadi kantornya boleh kecil tapi bisa manggil menteri-menteri kan,” kata Listyo.
Menurut Listyo, kewenangan tersebut dapat digunakan untuk mengecek apakah program yang dijalankan kementerian dan lembaga sudah selaras dengan arahan Presiden.
“Itu untuk mengecek apakah sudah selaras atau belum dengan tugasnya Bapak Presiden, sehingga semua program dan kebijakan beliau bisa tertata dengan baik,” ujarnya.
Listyo mengatakan pengalamannya selama menjadi Kapolri memiliki banyak irisan dengan tugas KSP, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum hingga mengawal proyek dan kebijakan strategis nasional.
“Pengalaman tugas sebagai Kapolri, tentunya kita beririsan ada di bidang harkamtibmas, penegakan hukum, juga di dalamnya ada mengawal program-program proyek kebijakan strategis nasional. Jadi alhamdulillah banyak irisannya,” kata Listyo.
Ia pun berharap jajaran KSP dapat membangun tim yang kuat untuk mengawal dan menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan program Presiden.
“Terima kasih Pak Dudung, terima kasih pada seluruh rekan-rekan atas penyambutannya, dan mari kita membentuk tim yang kuat untuk betul-betul bisa melaksanakan tugas kita membantu Bapak Presiden, menjadi kantor yang selalu mengikuti dan mengawal permasalahan-permasalahan yang ada untuk kemudian kita selesaikan persoalannya,” tuturnya.
Listyo juga menyebut penugasannya di KSP seperti membawanya kembali ke lingkungan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
“Jadi sekali lagi terima kasih, kami mohon izin menjadi keluarga baru di staf kepresidenan. Biar pun secara kesejarahan dulu kami lahir dari sini juga, waktu saya berdinas di polisi, dan mungkin di akhir penugasan saya, saya kembali masuk ke sini lagi,” ucapnya.
Ia berharap KSP dapat membangun suasana kerja yang kondusif untuk mendukung program pemerintah, termasuk upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global.
“Mudah-mudahan ini menjadi mengingat kembali ke kita bahwa untuk membangun suasana kerja yang lebih baik, lebih kondusif, dan tentunya dengan semangat yang sama untuk bersama-sama mewujudkan apa yang menjadi program Bapak Presiden, mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang terus diupayakan menghadapi situasi eskalasi global yang ada, dan bagaimana kita bisa survive dan betul-betul bisa mewujudkan Indonesia menjadi negara yang besar,” kata Listyo.
Listyo juga meminta masukan dari jajaran KSP untuk melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya telah dilakukan Dudung.
“Sekali lagi terima kasih, mohon izin menjadi warga baru, dan kami ucapkan selamat jalan kepada Mas Dudung di tempat yang baru, dan tentunya tadi catatan 100 hari ya, itu menjadi bekal kami, dan mohon nanti kami dapat masukan dari teman-teman semua,” pungkasnya.
