Malam Merdeka di Monas-HI: Kementerian Ekraf Siapkan Video Mapping-1.500 Drone

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, saat bertemu Pemimpin Redaksi kumparan di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, saat bertemu Pemimpin Redaksi kumparan di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyiapkan sejumlah pertunjukan untuk memeriahkan Malam Merdeka dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Rangkaian acara tersebut digelar mulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, Kementerian Ekraf mendapat tanggung jawab menangani rangkaian acara Malam Merdeka yang berlangsung pada 17 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Ekraf mengoordinasikan empat rangkaian acara, yakni instalasi imersif, video mapping, karnaval kendaraan hias, dan pertunjukan drone.

“Dalam melaksanakan Malam Merdeka, kami mengoordinasikan empat acara, yang pertama instalasi imersif, yang kedua video mapping, yang ketiga karnaval kendaraan hias, dan yang keempat pertunjukan drone yang tersebar mulai dari Monas hingga Bundaran HI,” kata Riefky dalam Konferensi Pers di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (17/8).

Riefky mengatakan, seluruh rangkaian tersebut dirancang dengan memadukan antara kreativitas dan teknologi. Pelaksanaannya juga melibatkan berbagai talenta dan subsektor ekonomi kreatif.

“Empat kegiatan ini menghadirkan kreativitas dan teknologi dengan melibatkan ribuan talenta kreatif dari berbagai subsektor mulai dari subsektor desain, fesyen, kuliner, musik, seni pertunjukan, konten digital, hingga teknologi baru yang mengisahkan perjalanan Indonesia lintas waktu,” ujarnya.

Salah satu rangkaian acara yakni instalasi imersif yang ditempatkan di enam titik. Tiga titik berada di sekitar kawasan Monas, sedangkan tiga titik lainnya berada di sekitar Bundaran HI, yakni di depan Plaza Indonesia, Hotel Kempinski, dan Hotel Pullman.

Wakil Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, Irene Umar memberikan keterangan saat konferensi pers peluncuran logo Imlek Festival 2026 di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar mengatakan, instalasi imersif tersebut dibuat dengan konsep pengalaman interaktif.

Interactive experience ini terdiri dari video interaktif, image generator, lorong waktu, wishing wall, totem Garuda, hingga LED strips,” kata Irene.

Instalasi tersebut membawa tiga tema, yakni “Aku dan Indonesia”, “Harapanku untuk Indonesia”, dan “Bangga Menjadi Orang Indonesia”.

Menurut Irene, instalasi tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan mereka terhadap Indonesia.

“Tujuannya supaya teman-teman ini ada interaksi between teman-teman yang ada di lapangan, di Monas, di Bundaran HI, dan juga kira-kira yang pengin ngebaca juga wishing wall-nya itu apa sih, teman-teman penginnya tuh wishes-nya apa supaya kita bisa baca dan bisa menjadi sebuah aspirasi dan inspirasi buat kita untuk ke depan juga,” tuturnya.

Selain instalasi imersif, Kementerian Ekraf juga menyiapkan video mapping di Tugu Monas yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.

Riefky mengatakan, video mapping akan mengangkat perjalanan Indonesia dalam tiga fase, mulai dari masa perjuangan sebelum kemerdekaan, momentum proklamasi, hingga pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Video mapping di Tugu Monas akan ditampilkan pukul 18.00 hingga pukul 23.00 dengan menggambarkan tiga fase perjalanan Indonesia, yaitu perjuangan pra kemerdekaan, kemudian momentum proklamasi, hingga pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Riefky.

Rangkaian Malam Merdeka kemudian dilanjutkan dengan karnaval kendaraan hias yang dimulai pukul 18.50 WIB. Karnaval mengambil rute dari Monas menuju Bundaran HI.

Karnaval tersebut melibatkan 32 kendaraan hias hasil kreasi kementerian dan lembaga. Kendaraan-kendaraan tersebut dihiasi berbagai dekorasi kebudayaan dan kreativitas serta menampilkan sejumlah program pemerintah.

“Karnaval melibatkan 32 kendaraan hias hasil kreasi kementerian lembaga yang seperti tadi disampaikan dengan berbagai dekorasi kebudayaan, kreativitas, di situ dan juga menampilkan berbagai program pemerintah,” katanya.

Dia mengatakan, sekitar 3.000 pelaku kreatif dari berbagai subsektor turut terlibat dalam pelaksanaan karnaval.

“Tak kurang dari 3000 pelaku kreatif dari berbagai subsektor yang terlibat dalam menyukseskan karnaval pada hari ini,” ungkap Riefky.

Sementara itu, pertunjukan drone disiapkan sebagai salah satu rangkaian Malam Merdeka di kawasan Bundaran HI. Pertunjukan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 22.00 WIB di atas kawasan Hotel Kempinski.

Riefky mengatakan, sekitar 1.500 drone akan digunakan untuk membentuk konfigurasi visual dalam pertunjukan tersebut.

“Terakhir kita akan disuguhkan dengan nilai-nilai nasionalisme yang ditampilkan melalui teknologi drone show yang menghiasi langit kawasan Bundaran HI, persisnya ada di atas Hotel Kempinski dan dimulai pukul 22 pada malam hari ini,” kata Riefky.

“Sekitar 1500 drone akan membentuk konfigurasi visual yang mengombinasikan warna, tema, narasi dalam satu kesatuan cerita,” lanjutnya.

Melalui acara tersebut, Riefky mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan sebagai suatu perayaan yang memperkuat persatuan antar bangsa.

“Melalui Malam Merdeka pemerintah mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, kepedulian, dan gotong royong bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Riefky.

Lebih lanjut, rangkaian acara tersebut sekaligus membangkitkan jiwa nasionalisme, budaya, dan juga kreativitas yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi sesuai dengan slogan HUT Ke-81 RI yakni "Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur"

“Pada akhirnya inilah panggung kebangsaan yang menyatukan nasionalisme, akar budaya, kreativitas, partisipasi publik yang juga berdampak pada ekonomi kerakyatan serta optimisme menuju Indonesia berdaulat adil dan makmur,” tambah Riefky.