Mamdani Respons Pidato Netanyahu: Kebohongan Tak Ubah Surat Perintah Penangkapan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, berpidato dalam sebuah rapat umum kampanye menjelang hari pemilihan, di wilayah Queens, New York City, AS, Senin (3/11/2025). Foto: Shannon Stapleton/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Calon Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, berpidato dalam sebuah rapat umum kampanye menjelang hari pemilihan, di wilayah Queens, New York City, AS, Senin (3/11/2025). Foto: Shannon Stapleton/REUTERS

Wali Kota New York Zohran Mamdani membalas kritik keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap dirinya dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-81 pada Kamis (24/9). Mamdani mengatakan bahwa tidak ada kebohongan yang dapat mengubah surat perintah penangkapan International Criminal Court (ICC) terhadap Netanyahu.

“Seperti yang telah dilakukannya berulang kali, Perdana Menteri Netanyahu menggunakan pidatonya untuk mengulangi kebohongan tak berdasar yang dimaksudkan untuk mengaburkan genosidanya terhadap warga Palestina," ucap Mamdani dalam keterangannya, Kamis (24/9) dilansir AFP.

"Namun, tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa dia masih menjadi subjek surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Mamdani dalam sebuah pernyataan," tambahnya.

Sebelumnya, Netanyahu memberikan pesannya ke Mamdani yang sebelumnya menyebut akan menangkap Netanyahu bila ia datang ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81.

Dalam pidatonya di sidang umum itu, Netanyahu menyebut Mamdani tidak akan bisa membungkamnya. Ia pun menilai, sejumlah orang Yahudi tak lagi merasa aman tinggal di New York semenjak Mamdani menjabat.

instagram embed

Selain itu, Netanyahu mengatakan Israel tidak pernah melakukan genosida, melainkan mencegah terjadinya genosida di Israel. Ia menyayangkan adanya sejumlah orang Yahudi yang diserang di sejumlah kota di dunia.