Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Dibacok, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Warga Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, digegerkan oleh penemuan jasad seorang marbot Masjid Al-Muhajirin, Kamis (6/8) siang.
Korban berinisial AS (65) ditemukan bersimbah darah di sekitar area masjid dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya. Dugaan sementara, korban menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata tajam.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan polisi menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB. Petugas kemudian langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengumpulkan barang bukti.
"Korban berinisial AS, usia 65 tahun. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan atau pembunuhan yang terjadi di Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari," ujar Made, Kamis (6/8).
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami beberapa luka bacok. Polisi menduga pelaku menyerang korban berkali-kali hingga meninggal dunia.
"Luka akibat bacokan ada, luka terbuka terlihat jelas pada tubuh korban. Diduga korban diserang berulang kali," katanya.
Dari lokasi kejadian, penyidik mengamankan sebilah samurai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Sementara itu, dugaan penggunaan celurit masih didalami.
"Barang bukti yang sudah kami amankan berupa samurai. Untuk celurit nanti kami pastikan kembali," ucapnya.
Meski motif pembunuhan belum terungkap, polisi mengaku telah mengidentifikasi terduga pelaku melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
"Pelaku sudah teridentifikasi melalui rekaman CCTV. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkap Made.
Polisi menduga aksi itu dilakukan oleh seorang pelaku. Penyidik kini memeriksa sejumlah saksi untuk menyusun kronologi dan mengungkap motif pembunuhan.
"Motif masih kami dalami. Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Karena kejadian baru berlangsung, kami masih fokus pada olah TKP dan penyelidikan awal," ucapnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani visum sebagai bagian dari penyelidikan.
Di lokasi kejadian beredar informasi bahwa korban diserang saat hendak mengumandangkan azan zuhur. Namun, polisi menegaskan informasi tersebut masih didalami dan belum dapat dipastikan sebagai fakta penyidikan.
