Mensesneg Sebut Pemerintah 'Keroyokan' Tangani Karhutla di Kalimantan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan mengenai Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan mengenai Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah mengerahkan seluruh unsur untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla saat ini sudah cukup kuat.

"Memang kita sama-sama kita 'keroyok' (penyelesaiannya). Insyaallah enggak perlu kita bikin satgas khusus," kata Prasetyo kepada wartawan saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (23/8).

Prasetyo mengatakan pemerintah pusat telah membagi atensi kepada sejumlah pejabat setingkat menteri untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Pembagian tersebut mencakup sejumlah wilayah, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

"Jadi ada yang memang kita bagi tugas untuk atensi untuk wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan seterusnya. Memang kita atur seperti itu," jelasnya.

Menurut Prasetyo, pemerintah belum berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani karhutla. Hal itu karena koordinasi lintas sektor yang berjalan saat ini dinilai sudah cukup kuat.

"Saya kira belum (perlu satgas) ya, karena kemarin hasil dari lapangan, apa namanya, penanganan yang itu juga sudah koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat ya," tutur Pras.

Dia menyebut pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah kebutuhan di lapangan, termasuk helikopter untuk water bombing, alat pelindung diri (APD), serta tambahan personel.

"Kalaupun ada keperluan penambahan beberapa peralatan, termasuk heli untuk water bombing, kemudian termasuk sampai APD dan penambahan pasukan semua sudah dikerjakan," ujar Prasetyo.

BPBD bersama tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8). Foto: BPBD Kabupaten Bulungan

Pada hari yang sama, tambahan personel dari tiga batalyon juga telah berada di lokasi untuk membantu penanganan karhutla.

Prasetyo juga mengatakan pemerintah berkomunikasi dengan negara-negara tetangga terkait dampak karhutla yang asapnya telah mencapai wilayah negara lain. Komunikasi tersebut dilakukan secara informal melalui Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Kalau secara informal ada. Secara informal memang sebagai negara tetangga kan tentunya melalui Pak Menlu ada komunikasi. Tadi juga Pak Menlu cerita juga tuh ke kami," kata dia.

Prasetyo mengatakan komunikasi dengan negara tetangga menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan karhutla.

"Makanya kita berusaha secepatnya untuk bisa mengatasi masalah Karhutla ini," katanya.