Polisi Duga Potongan Kaki Korban Mutilasi di Depok Sudah Terbawa Arus Sungai

Polda Metro Jaya mengungkap kendala yang dihadapi tim gabungan dalam pencarian dua potongan kaki korban mutilasi di Pancoran Mas, Depok, Kunaefi (51), yang hingga kini belum ditemukan. Salah satu hambatan terbesar adalah belum pastinya titik lokasi pembuangan serta kemungkinan potongan tubuh terbawa arus sungai.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman mengatakan, pencarian masih dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Depok bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Memang kami, tim dari penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terus berupaya mencari masih ada potongan badan bagian bawah, dua kaki, yang dibuang oleh tersangka," kata Iman kepada wartawan, Jumat (7/8).
Iman menjelaskan, hingga saat ini tim belum berhasil menemukan potongan tubuh tersebut karena terdapat sejumlah kendala di lapangan.
"Memang sampai dengan hari ini, kami belum menemukan potongan tersebut karena ada beberapa kendala di lapangan," ujarnya.
Menurut Iman, kendala pertama adalah belum adanya kepastian mengenai titik awal pelaku membuang potongan tubuh korban.
"Pertama, titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya," ucap dia.
Selain itu, pencarian juga dipersulit oleh kondisi aliran sungai yang diduga membawa potongan tubuh korban menjauh dari lokasi pembuangan.
"Kedua, ada aliran air juga yang cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," katanya.
Iman menambahkan, tim juga harus mengatur strategi pencarian agar personel tetap mampu bertahan selama proses penyisiran berlangsung.
"Kemudian terkait dengan durasi, tentunya dari tim K-9, kemudian dari tim kami juga, kami harus atur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," jelas Iman.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan Saepullah alias SA (26) sebagai tersangka pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap Kunaefi. Polisi menduga pembunuhan telah direncanakan untuk menguasai sepeda motor dan barang milik korban.
Sehari sebelumnya, Kamis (6/8), penyidik membawa tersangka ke Kali Licin, Pitara, Pancoran Mas, Depok, untuk menunjukkan lokasi pembuangan potongan kaki korban. Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya bersama anjing pelacak K-9 menyisir aliran sungai berdasarkan pengakuan tersangka. Namun hingga kini, dua potongan kaki korban belum berhasil ditemukan.
