Prabowo Mau Investasi Besar di Pendidikan: Siapkan Sekolah Unggulan Kurikulum IB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyimak pidato Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyimak pidato Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengaku ingin menaruh investasi besar pada bidang pendidikan di Indonesia. Ia ingin kualitas pendidikan Indonesia ditingkatkan.

Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8).

"Saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita. Saya akan perbaiki semua sekolah dari fisik," ujar Prabowo.

Ia mengaku juga akan membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak berprestasi. Ia juga mau menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB).

Sejumlah peneliti mempresentasikan hasil karyanya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

"Kita juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpintar, bisa kita seleksi nanti dia kejar universitas-universitas terbaik di dunia," tutur Prabowo.

"Di sekolah unggulan ini kita pakai kurikulum International Baccalaureate, IB. Dia harus dengan standar yang sama dengan yang terpintar di dunia, yang terhebat di dunia, sama," lanjutnya.

Prabowo berharap, dari sekolah ini bisa dicetak siswa terbaik yang bisa lolos di universitas terbaik di dunia.

Selain itu, kata Prabowo, ada cara lain untuk meningkatkan pendidikan Indonesia. Yakni dengan melakukan kerja sama antara universitas di Indonesia dengan universitas terbaik dunia.

"Cara kedua kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia kerja sama dengan universitas kita di sini, entah joint, entah KSO," ungkap dia.