Prabowo Minta Dibentuk Satgas Guru Besar-BRIN untuk Percepat Target Pemerintah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan penutupan Sarasehan Kebangsaan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan penutupan Sarasehan Kebangsaan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta pembentukan satuan tugas (satgas) atau kelompok kerja yang beranggotakan guru besar, dosen, peneliti perguruan tinggi, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Brian mengatakan pembentukan satgas menjadi salah satu tindak lanjut atas berbagai masukan dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026.

Ia mengatakan, selama kegiatan berlangsung, para rektor dan peneliti menyampaikan berbagai usulan hingga rekomendasi.

“Tadi dalam rangkaian penutupan, dari para peserta juga sudah menyampaikan daftar pertanyaan dan masukan yang dihimpun dari para pimpinan perguruan tinggi. Tadi disampaikan oleh Ketua MRPTNI, Bapak Prof. Eduart Wolok. Ada beberapa masukan, ada beberapa pertanyaan dan juga hal-hal lain yang disampaikan oleh seluruh peserta. Tentu tadi kami mengonsolidasikan karena ada beberapa yang mirip-mirip jadi kita satukan,” ujar Brian di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6).

Brian mengatakan seluruh masukan tersebut telah diterima langsung oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, Prabowo kemudian meminta menindaklanjuti usulan tersebut, termasuk membentuk kelompok kerja atau satgas.

“Jadi Bapak Presiden juga tadi sudah menerima langsung. Bapak Presiden meminta kami untuk menindaklanjuti dan juga beberapa hal terkait masukan-masukan yang teknis. Yang nanti terkait dengan Kementerian Teknis, Bapak Presiden meminta kami membentuk semacam satgas atau kelompok kerja yang nantinya intinya adalah berisi insan-insan guru besar-guru besar, dosen, peneliti dari perguruan tinggi maupun BRIN untuk bisa mengkaji lebih lanjut bersama Kementerian teknis terkait,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, satgas tersebut diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dengan pemerintah sehingga berbagai hasil penelitian dan gagasan dari kampus dapat diterapkan untuk mendukung program prioritas nasional.

Menurut Brian, Prabowo berharap kontribusi para akademisi mampu mempercepat pencapaian target-target strategis yang tengah dijalankan oleh kementerian dan lembaga.

“Sehingga tadi Bapak Presiden berharap sumbangsih dari insan perguruan tinggi itu dapat mempercepat target-target kebijakan strategis Bapak Presiden yang ada di setiap kementerian-kementerian,” tutur Brian.

“Sebagian yang kita ketahui beberapa menteri sudah mengisi sejak kemarin, ya. Di sana juga diskusi, berbagai masukan itu dilangsungkan cukup intensif, ya. Sehingga itu juga nantinya akan menjadi masukan dan percepatan diharapkan,” sambungnya.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto usai Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Brian menyebut, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya menyatukan seluruh potensi bangsa untuk menghasilkan berbagai gagasan dan inovasi bagi kemajuan Indonesia.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa potensi seluruh bangsa perlu bersatu untuk mengokohkan inisiatif, mengeluarkan gagasan-gagasan, dan tentunya effort terbaik untuk kemajuan bangsa,” ungkap Brian.

“Bapak Presiden selalu menekankan bahwa sains, teknologi, riset, inovasi itu adalah suatu fundamen yang diperlukan bagi kemajuan bangsa kita. Tadi Bapak Presiden juga menyatakan bahwa kita sebagai satu bangsa tentunya berada dalam satu nakhoda kapal besar, kapal bangsa kita,” sambungnya.

Di sisi lain, Prabowo juga menegaskan perguruan tinggi tetap menjadi ruang bagi kebebasan akademik. Perbedaan pandangan dinilai sebagai hal yang wajar selama bertujuan mencari solusi terbaik bagi bangsa.

“Nah, pandangan yang berbeda itu hal yang biasa. Bapak Presiden menyampaikan bahwa perguruan tinggi adalah tempat academic freedom, ya. gagasan-gagasan silakan dikaji bersama-sama, didiskusikan bersama-sama di perguruan tinggi. Harapannya adalah kajian-kajian tersebut tentunya dalam rangka untuk mencari solusi dan mempercepat kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia,” ucap Brian.

video from internal kumparan

Brian mengatakan, pemerintah berkomitmen memanfaatkan potensi para ilmuwan dan guru besar di Indonesia dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan.

“Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo punya keinginan yang kuat untuk memanfaatkan sebanyak-banyaknya orang-orang pintar di Indonesia, terutama guru besar-guru besar yang ada di perguruan tinggi,” ujar Brian.

“Bapak Presiden menyampaikan inilah the brightest people di Indonesia itu ya berkumpulnya, tempat berkumpulnya orang-orang terpintar di Indonesia adalah di perguruan tinggi,” sambung dia.

Karena itu, Presiden mendukung pembentukan satgas atau kelompok kerja sebagai tindak lanjut hasil sarasehan agar hasil penelitian dari kampus dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemerintah maupun dunia industri.

“Nah, sehingga Bapak Presiden mendukung munculnya kelompok-kelompok kerja. Sudah kami sampaikan sebagai tindak lanjut sarasehan agar berbagai hasil penelitian kemudian dapat digunakan di industri, di kementerian, maupun untuk mempercepat hal-hal yang ditargetkan oleh Bapak Presiden,” katanya.

Penutupan Sarasehan Kebangsaan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Brian mengatakan, Prabowo juga meminta perguruan tinggi mengambil peran sebagai pemimpin di bidang sains dan teknologi dengan berani mengidentifikasi persoalan bangsa sekaligus menawarkan jalan keluarnya.

“Bapak Presiden tadi sempat menyampaikan bahwa perguruan tinggi tentu merupakan pemimpin dan elite di sektor sains dan teknologi. Sehingga diminta kita semua bisa mengidentifikasi masalah-masalah dan kita diminta berani untuk menghadapi masalah untuk menyelesaikan masalah yang ada,” tutur Brian.

“Sehingga tadi Bapak Presiden sempat berpesan, marilah kita para insan perguruan tinggi, para scientist, para ilmuwan, para teknokrat itu berani berpikir besar, bertindak cepat, dan berani mengambil keputusan-keputusan serta tentunya menghadirkan solusi-solusi yang dibutuhkan,” tambahnya.

Brian berharap kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan guru besar dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan nasional.

“Semoga ini merupakan suatu kondisi di mana pemerintah bersama seluruh scientist, peneliti, dan juga guru besar akademisi ya itu memiliki hubungan yang sangat erat. Tentunya kita berharap solusi-solusi terhadap berbagai permasalahan bangsa itu bisa semakin cepat diselesaikan,” pungkasnya.