Pria-pria Diduga Pesta Gay di Kelab Malam Karawang, Satpol PP Panggil Pengelola

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar video puluhan pria saling peluk di sebuah kelab malam Kawarang, diduga pesta gay. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar video puluhan pria saling peluk di sebuah kelab malam Kawarang, diduga pesta gay. Foto: Dok. Istimewa

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria saling berpelukan viral di media sosial. Video tersebut disebut terjadi di sebuah kelab malam di Karawang, Jawa Barat dan disebut sebagai pesta gay.

Dalam video berdurasi 12 detik itu, tampak suasana keramaian diwarnai pencahayaan minim yang didominasi oleh sorotan lampu neon berwarna biru, merah, dan ungu khas suasana kelab malam.

Para pria muda dalam video tersebut tampak saling berpelukan erat, merangkul leher dan bahu satu sama lain sembari berjoget mengikuti dentuman musik.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki N Ardiansyah, menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.

"Sedang kita dalami ya," singkat Fiki.

Sementara itu, Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Karawang, D. A. Prasetya, menegaskan jika perilaku tak senonoh itu terjadi di salah satu kelab malam di Karawang.

Ia menyebut akan memanggil pengelola untuk mendalami persoalan tersebut.

"Iya, itu di Karawang Theatre Night Mart. Pengelolanya besok saya panggil," tegas Prasetya.

Ormas Islam Kecam

Mencuatnya video itu diketahui ramai memicu kecaman dari sejumlah ormas islam, salah satunya Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karawang.

"Tindak tegas para pelaku dan pengelola usahanya. Jangan sampai aktivitas tersebut dinormalisasi," ucap Sekretaris GP Ansor Karawang, Abdullah Hakim.

Ia mendesak Pemkab Karawang segera memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang menormalisasi tindakan tersebut.

"Sebelumnya saya juga mendengar ada aktivitas seperti ini, sekarang kejadian lagi. Harus ada tindakan tegas kepada pelaku usahanya," papar Hakim.

Hakim menegaskan, persoalan penyuka sesama jenis bukan hanya persoalan moral maupun agama saja, tetapi juga persoalan kesehatan yang sangat serius.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, lanjut Hakim, pengidap HIV di Kabupaten Karawang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Sepanjang Januari-Agustus 2025, ada 253 kasus baru HIV dengan mayoritas pasien kategori lelaki seks dengan lelaki (LSL). Oleh karenanya, pihaknya amat menyesalkan jika hal itu terus dibiarkan.

"Melihat dari video yang beredar, yang terlibat anak-anak muda. Oleh karena itu, selamatkan generasi muda ini dari penyimpangan moral," tegasnya.

instagram embed