Putri Sulung Pendiri NU, Nyai Machfudhoh, Meninggal Dunia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Machfudhoh Aky Ubaid. Foto: Facebook/@Kementerian Agama RI
zoom-in-whitePerbesar
Machfudhoh Aky Ubaid. Foto: Facebook/@Kementerian Agama RI

Kabar duka menyelimuti warga Nahdliyin. Putri sulung dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah, Nyai Hj Machfudhoh Aky Ubaid, meninggal dunia pada Minggu (4/10) malam.

Nyai Machfudhoh mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.30 WIB setelah menjalani perawatan medis di Jakarta.

Kabar meninggalnya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 tersebut disampaikan oleh perwakilan keluarga, Wafa.

Almarhumah kini telah dikebumikan di kompleks pemakaman di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (5/10) sore.

“Telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang Ibu Nyai Hj. Mahcfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah pada malam ini, Ahad, 4 Oktober 2026 di Jakarta,” kata Wafa kepada wartawan, Senin (5/10).

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa turut berbelasungkawa atas meninggalnya Nyai Machfudhoh di postingan instagram pribadinya.

“Dengan penuh duka cita, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lbu Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah, Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama,” tulis Khofifah.

Ia mengenang sosok Nyai Machfudhoh yang dihormati sekaligus panutan yang sepanjang hayatnya mendedikasikan diri untuk umat, Nahdlatul Ulama, dan perjuangan Muslimat NU.

“Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam. Namun insyaallah, segala pengabdian, perjuangan, keteladanan, dan amal kebaikan beliau akan terus mengalir menjadi amal jariyah,” ujarnya.

Khofifah mendoakan agar seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhumah diterima di sisi Allah SWT.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” katanya.

“Selamat jalan, Ibu Nyai. Matur nuwun sanget atas segala teladan dan pengabdian. Al-Fatihah,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan bahwa dirinya seringkali mendampingi Nyai Machfudhoh dalam acara keagamaan.

“Beliau pengamal qasidah burdah yang puluhan tahun saya membersamai beliau selalu di berbagai majelis beliau mengajak kami membaca qasidah burdah,” katanya.

“Semoga beliau bahagia di sisi Allah bersama Imam Busyiri muallif qasidah burdah dan bersama Rosulullah Muhammad SAW. Amin,” lanjut dia.