Remaja 16 Tahun yang Kebut Palisade-Tewaskan Pemotor di Kediri Negatif Narkoba

Polisi telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap DWS (16 tahun), pengemudi mobil Hyundai Palisade yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di wilayah Mojoroto, Kota Kediri, Minggu (5/7). Dari hasil tes urine, DWS dinyatakan negatif menggunakan narkoba.
Kanit Gakkum Polres Kediri, Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman, mengungkapkan, DWS dinyatakan negatif dari pengaruh narkotika maupun zat terlarang lainnya. Katanya, DWS kurang konsentrasi.
"Hasil tes urine terhadap pengemudi menunjukkan hasil negatif. Dari keterangan awal yang bersangkutan, penyebab terjadinya kecelakaan diakuinya karena kurang berkonsentrasi saat mengemudikan kendaraan,” ungkap Ipda Andi Anang, Rabu, (08/07).
Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Selain itu, dalam waktu dekat, pihak kepolisian juga akan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan peningkatan status penanganan dari tahap penyelidikan menuju penyidikan sesuai alat bukti yang telah dikumpulkan.
Andi menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa adanya perlakuan khusus terhadap siapa pun. “Kami akan bertindak tegas dalam penanganan kasus ini. Semua proses berjalan sesuai prosedur hukum dan berdasarkan hasil penyidikan."
Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan, 3 mobil, dan 1 sepeda motor itu bermula pada Minggu malam, sekitar pukul 22.00 WIB. DWS yang merupakan warga Nganjuk, mengemudikan mobil Hyundai Palisade bernomor polisi AG 55 SIS dengan kecepatan tinggi, melaju dari arah selatan menuju utara.
Saat melintas di Jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya di depan Restoran O'Seafood, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, diduga karena kurang konsentrasi, pengemudi tidak menyadari keberadaan sepeda motor yang berada di depannya. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Bagian depan Hyundai Palisade menghantam bagian belakang Honda Scoopy bernopol AG 6027 VCA. Akibat tabrakan itu, penumpang Honda Scoopy, yakni seorang mahasiswi bernama Fulan Zuleyka (19 tahun) mengalami luka berat dan meninggal dunia di tempat kejadian. Sedangkan, pengendara Honda Scoopy, Naura Azwa, mengalami luka di kaki, tangan, dan kepala, namun masih selamat.
Usai menabrak sepeda motor, Hyundai Palisade berwarna putih tadi kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Mobil tersebut kemudian bertabrakan dengan sebuah mobil Toyota Avanza bernopol AG 1605 XR, yang tengah melaju dari arah utara menuju selatan. Benturan berlanjut ketika Hyundai Palisade kembali menghantam Isuzu Panther yang berada di belakang Avanza dan melaju dari arah yang sama.
Benturan ketiga mobil ini mengakibatkan Salah seorang penumpang Isuzu Panther, Ani Maskufah (50), warga Kabupaten Trenggalek, mengalami luka pada dahi sebelah kiri. Saat kejadian, mobil berwarna hitam dengan pelat nomor AG 1837 EY itu tengah membawa 6 orang di dalamnya. Sementara pengemudi Avanza diketahui selamat.
