Rocky Gerung: Saya Ingin Pikiran Saya Tiba 2 Detik di Kuping Presiden

Rocky Gerung mengungkap alasan dirinya masuk ke dalam lingkaran istana sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) adalah agar gagasannya bisa sampai lebih cepat didengar Presiden. Ia menyebut tak mau lagi gagasannya hanya disampaikan melalui acara diskusi televisi.
Hal itu disampaikan Rocky saat memberikan sambutan penutup dalam acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).
“Saya menginginkan pikiran saya tiba dua detik sebelum kejadian di kuping Presiden. Saya inginkan jarak argumentasi saya tidak lagi melalui ILC (Indonesia Laywers Club),” ujar Rocky dalam kesempatannya menyampaikan penutup di acara Sertijab Kepala Bakom RI di kantor Bakom RI, Selasa (6/10).
Rocky mengakui dirinya kini menjadi sasaran kritik karena bergabung di lingkaran kekuasaan. Ia menyebut ada kawan-kawannya yang berupaya mencari dalil bahwa dirinya telah mengkhianati perjuangan.
"Saya ada di kalangan Istana sekarang, akan jadi sasaran. Dan enggak ada cara untuk menghalangi kawan-kawan saya itu yang berupaya cari dalil bahwa saya mengkhianati perjuangan," kata Rocky.
Ia menegaskan, keputusannya tidak didasari motif mencari fasilitas. Menurutnya, ia tidak pernah menukar reputasinya dengan keuntungan apa pun sejak awal.
"Saya enggak pernah tukar tambah reputasi saya dengan fasilitas dari awal," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Rocky juga menanggapi kemarahan sejumlah pihak atas langkahnya. Ia menilai reaksi itu justru menunjukkan bahwa mereka tidak ingin berpisah dengannya. Ia pun menegaskan bahwa dirinya hanya berpindah posisi, bukan meninggalkan gagasan yang selama ini ia suarakan.
"Saya hanya pindah dari luar ke dalam. Orang marah itu. Oke lah, orang yang marah itu artinya dia enggak ingin berpisah sebetulnya," tuturnya.
Rocky juga mengibaratkan kepergiannya ke lingkaran istana sebagai urusan sebentar.
"Padahal saya bilang saya cuma pergi sebentar ke warung buat beli permen nano-nano. Mereka pikir saya enggak akan balik, kan? Pasti saya balik dalam bentuk pikiran, ide yang sama," katanya.
Rocky menyebut para pengkritiknya, termasuk dari kalangan akademisi dan aktivis LSM, sebagai pihak yang terbawa opini yang berkembang di publik. Ia menilai sebagian kawannya yang semula bersikap sebagai pendidik kini berubah menjadi demagog karena kecewa.
Meski begitu, ia mengaku memahami situasi tersebut dan menyatakan tetap berpegang pada pilihan moral dan akal pikirannya.
"Saya tegaskan bahwa I am an independent person. Orang independen itu memilih sendiri targetnya dan bertanggung jawab atas pilihan itu," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Rocky juga mengingatkan bahwa komunikasi pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan data, sebab persepsi publik kerap lebih dulu terbentuk. Ia berharap Bakom di bawah Syahganda Nainggolan mampu membangun komunikasi yang mengedepankan logika dalam menghadapi opini di media sosial.
Rocky juga menyinggung rekam jejak dua pejabat yang berganti posisi. Ia menyebut Qodari sebagai kawan berpikir yang kemudian menjadi kawan berdebat, serta menilai Syahganda memiliki keberanian untuk berterus terang soal program Presiden. Di sela-sela sambutan, Rocky beberapa kali melontarkan pantun dan candaan yang mengundang tawa hadirin.
Reporter: Nabilah Siti Nurhikmah
