Satu Hari Pascagempa NTT, BNPB Sebut Akses Jalan-Listrik Mulai Pulih

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menyelamatkan diri imbas gempa 7,7 magnitudo di Talibura, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Arnold Welianto/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga menyelamatkan diri imbas gempa 7,7 magnitudo di Talibura, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Arnold Welianto/REUTERS

Sejumlah layanan dasar di wilayah terdampak gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur pulih pada hari kedua pascabencana, Minggu (16/8).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, salah satu akses yang sebelumnya terdampak longsor kini sudah dapat dilalui kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM).

“Per sore ini, ruas jalan di kilometer 49 Kecamatan Reo sudah dapat dilalui oleh truk pengangkut BBM,” kata Abdul dalam jumpa pers terkait perkembangan penanganan gempa 7,7 M, Minggu (16/8).

Menurut Abdul, ruas jalan tersebut sebelumnya terputus akibat longsor pascagempa. Material berupa batu besar yang menghambat akses telah dibersihkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Yang mungkin kemarin pada saat hari kejadian itu ada batu besar di arah jalan akibat longsor pascagempa, saat ini sudah dibersihkan oleh Kementerian PU,” ujarnya.

Tak hanya di KM 49 Kecamatan Reo, Abdul menyebut hampir seluruh titik jalan yang sebelumnya terdampak atau tertimbun longsor telah memasuki tahap akhir pembersihan.

Ia berharap seluruh jalur yang sebelumnya tidak dapat dilalui sudah kembali bisa digunakan paling lambat pada Senin (17/8).

“Kalau tidak hari ini maksimal besok titik-titik jalur jalan terdampak longsor sebelumnya yang tidak bisa dilalui kita harapkan sudah bisa dilalui,” kata Abdul.

Pemulihan akses jalan dinilai penting karena berkaitan dengan kelancaran penanganan bencana, termasuk distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Ini sangat penting karena akses jalannya akan menentukan optimalisasi dari pemulihan di sektor-sektor lainnya,” ujarnya.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari saat memberikan keterangan terkait update penanganan gempa M 7,7 di NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: YouTube/BNPB

Selain akses jalan, layanan listrik di sejumlah wilayah juga mulai kembali normal. Abdul mengatakan beberapa wilayah yang mengalami pemadaman listrik atau blackout pada hari pertama pascagempa kini sudah kembali mendapatkan aliran listrik.

“Tadi juga sempat disampaikan oleh Dirut PLN bahwa di beberapa titik dan wilayah yang kemarin pada hari pertama pascagempa ini mengalami blackout, per hari ini itu sudah bisa dinyalakan kembali,” katanya.

Meski demikian, BNPB masih membuka laporan bagi masyarakat yang wilayahnya belum mendapat pasokan listrik.

Abdul meminta warga yang masih mengalami pemadaman melaporkannya melalui call center BNPB 117 agar dapat segera dikoordinasikan dengan PLN.

“Kalau masih ada daerah-daerah yang masih mengalami pemadaman segera melaporkan melalui call center BNPB 117 untuk bisa segera kita koordinasikan dengan PLN,” ujarnya.