Sebut Stok Bulog Banyak, Mentan Nilai Harga Beras Naik Karena Mafia Fortifikasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di kantornya, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di kantornya, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara soal kenaikan harga beras, meski menurutnya, stok beras di Bulog cukup.

"Pertanyaan saya beras banyak nggak di Bulog? Banyak. Banyak, semua orang tahu ya. Terus, apa alasannya kenapa naik?" kata Amran ditemui di Fakultas Pertanian UGM, Kamis (15/10).

Amran mengatakan kenaikan harga beras terjadi karena ada mafia fortifikasi. Beras fortifikasi yaitu beras putih biasa yang telah ditambahkan dengan zat gizi mikro esensial.

"Sudah baca enggak, bahwa ada fortifikasi? Itu mafia atau orang baik? Tulislah mafia, sudah selesai," katanya.

"Tahu harganya itu fortifikasi, beras fortifikasi katanya ada B12, tetapi kosong. Harganya Rp 13.500, dijual Rp 56.000. Jahat enggak?," katanya.

Amran mengatakan sudah berkirim surat kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terkait hal ini.

"Sekarang harga beras naik karena ada fortifikasi. Fortifikasi artinya ada vitaminnya itu beras. Tetapi harganya sesungguhnya 13.500, dia jual 56.000, dan menipu 40.000 lebih. Menurut Anda marah enggak?," tanya Amran kepada mahasiswa UGM yang ada di sebelahnya.

"Marah, Pak," jawab mahasiswa UGM tersebut.

"Itu mahasiswa UGM, tulis mahasiswa UGM marah. Bukan menteri saja," ujar Amran.