Situasi Gunung Sinabung Terkini: Tak Ada Letusan, Warga Diimbau Tak Beraktivitas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi terkini Gunung Sinabung, terpantau belum ada asap abu vulkanik yang meletus kembali, Selasa (1/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi terkini Gunung Sinabung, terpantau belum ada asap abu vulkanik yang meletus kembali, Selasa (1/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Situasi Gunung Sinabung pada Selasa (1/9) tampak belum mengeluarkan abu vulkanik kembali. Kondisi lalu lintas di sekitar Berastagi menuju Danau Lau Kawar, Kabupaten Karo, juga berjalan normal.

Pantauan kumparan di lokasi sekitar Gunung Sinabung, masih terdapat gumpalan awan di atas puncak gunung. Radius abu vulkanik yang sebelumnya menyebabkan jarak pandang terbatas, kini sudah normal kembali.

Dandim 0205 Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan, mengatakan bahwa status Gunung Sinabung masih dalam tahap Level III Siaga. Sehingga, dua desa dari Kuta Tengah dan Payung terpaksa diungsikan untuk menjaga keamanan.

"Untuk menjaga keamanan radius dinaikkan ke enam kilometer, di mana dua desa tersebut ada irisannya terhadap awan panas tersebut. Sehingga untuk mengantisipasinya, rekomendasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk diungsikan dua desa tersebut," kata Robert saat ditemui di Pos Pemantauan Gunung Sinabung PVMBG, Selasa (1/9).

Robert mengatakan, situasi terkini tidak ada letusan Gunung Sinabung kembali dan hanya bersifat erupsi abu vulkanik.

"Untuk saat ini memang kalau dilihat secara visual seolah-olah mengeluarkan abu vulkanik. Namun, hasil dari Seismologinya (tes getaran bumi) itu masih ada gempa-gempa Tremor yang memungkinkan masih ada aktivitas magma di perut gunung tersebut," ujar Robert.

Robert mengimbau kepada masyarakat bahwa saat ini masyarakat dilarang untuk beraktivitas seperti bercocok tanam di area aktivitas gunung tersebut. Jika melakukan kegiatan di luar zona merah, disarankan menggunakan masker.

"Kalaupun melaksanakan kegiatan di luar zona merah tersebut, tetap menggunakan masker untuk menghindari penyakit ISPA itu sendiri," ucap Robert.

Dandim 0205 Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan saat ditemui di Pos Pemantauan PVMBG Gunung Sinabung, Karo, Selasa (1/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Gunung Sinabung menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter (3,5 kilometer) dari atas puncak, pada Senin (31/8) sekitar pukul 10.17 WIB, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Akibatnya, gunung tersebut erupsi dan abu menyebar ke permukiman warga di daerah Berastagi dan Gunung Sibayak.