Tekan Beban Bantar Gebang, TPS 3R Menteng Atas Olah 32 Ton Sampah per Hari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Produk RDF TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Selatan. Foto: Dok: Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Produk RDF TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Selatan. Foto: Dok: Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan menyebut Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Jakarta Selatan, dapat mengolah sekitar 32 ton sampah setiap hari. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi residu yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Dalam waktu pengolahan efektif selama 7 jam 19 menit, sebanyak 20 hingga 30 persen sampah yang masuk dapat diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif. Operasional fasilitas tersebut didukung 10 personel yang menangani penerimaan, pemilahan, hingga pengolahan sampah.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Sudin LH Jakarta Selatan, Kamil Salim, mengatakan jumlah RDF yang dihasilkan bergantung pada komposisi dan kualitas sampah yang diterima.

“Setiap hari, sekitar 32 ton sampah dapat diolah dalam waktu efektif selama 7 jam 19 menit. Sebanyak 20 hingga 30 persen di antaranya dapat menjadi RDF, bergantung pada kondisi dan tingkat keterpilahan sampah,” ujar Kamil.

Menurutnya, pengolahan sampah di tingkat kawasan penting agar sampah tidak hanya dikumpulkan dan diangkut, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali. Langkah tersebut sekaligus membantu menekan jumlah residu yang berakhir di TPST Bantar Gebang.

Ia menjelaskan, efektivitas pengolahan sangat dipengaruhi oleh pemilahan sejak dari sumber, baik di rumah tangga, perkantoran, maupun tempat usaha. Sampah yang telah terpilah lebih mudah diproses dan dapat menghasilkan RDF dengan kualitas yang lebih baik.

“Pengolahan di TPS 3R perlu didukung kebiasaan masyarakat mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Langkah ini membuat pengolahan lebih efisien, meningkatkan kualitas RDF, dan mengurangi beban Bantar Gebang,” jelasnya.

Untuk mendukung proses tersebut, TPS 3R Menteng Atas menggunakan mesin La MACCA yang dikembangkan PT Mario Mikron Metalindo. Dalam pelaksanaan uji coba mesin, pengoperasian didukung tenaga dari PT Mitra Kurnia Indah (MKI), perusahaan penyedia layanan pengelolaan sampah, serta didampingi dan dikawal teknisi PT Mario Mikron Metalindo untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman, optimal, dan sesuai dengan prosedur teknis.

Direktur Utama PT Mario Mikron Metalindo, Jusman Sikki, mengatakan teknologi karya anak bangsa tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara lebih efektif. Ia berharap teknologi tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pemerintah daerah sehingga sampah dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.