Yusril Apresiasi Dirjen PAS Mundur: Jarang Pejabat Mengaku Salah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra (kanan) bersama Pj Gubernur Babel Hidayat Arsani (tengah) dan Dirut PT Timah Restu Widiyantoro (kiri) memberikan keterangan usai rapat masalah hukum wilayah operasi PT Timah Tbk di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra (kanan) bersama Pj Gubernur Babel Hidayat Arsani (tengah) dan Dirut PT Timah Restu Widiyantoro (kiri) memberikan keterangan usai rapat masalah hukum wilayah operasi PT Timah Tbk di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pemasyarakatan (PAS).

Hal itu menyusul pengunduran diri Dirjen PAS sebelumnya, Mashudi, buntut temuan hunian mewah di Lapas Cibinong.

Yusril mengatakan, Plt akan diambil dari internal Kemenimipas sambil menunggu pengajuan nama Dirjen PAS definitif kepada Presiden.

“Saya akan berkomunikasi dengan Pak Menteri Imipas agar segera menempatkan Plt siapa yang ada di Kementerian Imipas sendiri untuk sementara waktu sampai nanti beliau mengajukan kepada Presiden siapa yang akan menjadi Dirjen PAS,” kata Yusril dalam konferensi pers di Trinity Tower, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Yusril juga mengapresiasi keputusan Mashudi yang mundur usai temuan Ombudsman RI terkait kondisi Lapas Cibinong.

Ia menilai, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik. Yusril menyebut, jarang ada pejabat yang mau mengakui kesalahan dan mundur dari jabatannya.

“Karena itu langkah tegas diambil dan Pak Dirjen PAS ya dengan gentleman, kesadarannya sendiri beliau meletakkan jabatan. Walaupun belum tentu itu kesalahan beliau,” jelas Yusril.

“Tapi ya terserahlah bagaimana investigasi dari aparat penegak hukum sebab jarang-jarang ada pejabat yang mengaku salah kemudian dengan sadar meletakkan jabatan. Karena itu saya sangat menghormati sikap yang ditempuh oleh Pak Dirjen PAS itu,” sambungnya.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Mashudi (tengah) mendampingi Komisi XIII DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (30/9/2026). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Meski Mashudi telah mundur, Yusril mengatakan proses hukum tetap bisa berjalan apabila ditemukan bukti. Pemeriksaan dapat menyasar Dirjen PAS maupun mantan Kepala Lapas Cibinong. Kemenimipas sebelumnya telah memberhentikan Kepala Lapas Cibinong.

“Dan seperti statement saya di media bahwa secara moral kita sangat menghormati keputusan Pak Dirjen, tapi sama sekali tidak menutup ya kemungkinan adanya investigasi dari segi hukum ya. Kalaupun tidak ada salah, dan saya mengatakan saya berharap tidak ada kesalahan pada Pak Dirjen ya,” terangnya.

Sementara itu, Irjen Kemenimipas Rudi Setiawan mengatakan pembenahan lapas dan rutan tidak bisa dilakukan sendiri. Ia menyebut, berbagai masukan dan kritik yang disampaikan dalam rapat akan dibahas bersama para pihak untuk seterusnya.

“Kami, kementerian teknis, tidak dapat bekerja sendiri karena persoalan lapas rutan ini cukup banyak. Tadi sudah saya katakan semua masukan-masukan, kritikan-kritikan, ini sudah kita akan bahas secara bersama-sama dan berkelanjutan, termasuk dari program-programnya Bapak Presiden,” kata Rudi.