Sejauh Mana Komunikasi Mengubahmu ?

Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Pancasakti Tegal sekaligus pelaku UMKM bergerak pada bidang hasil ternak dan perkebunan lokal.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Maulana Abim Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Komunikasi membawa banyak perubahan alam kehidupan.

Komunikasi sering kali dianggap sebagai sesuatu yang sederhana. Setiap orang bisa berbicara, menyampaikan pendapat, dan bertukar informasi. Namun, pernahkah kita berpikir sejauh mana komunikasi dapat mengubah kehidupan seseorang?
Bagi saya, komunikasi bukan sekadar kemampuan berbicara. Komunikasi merupakan cara untuk memahami orang lain, membangun hubungan, menyampaikan gagasan, dan membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Saya bukan siapa-siapa yang memiliki banyak koneksi atau latar belakang istimewa. Saya memulai semuanya dari kehidupan sederhana, belajar mengembangkan usaha, dan berusaha menemukan jalan untuk terus berkembang. Seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa kemampuan berkomunikasi memiliki peran penting dalam perjalanan hidup saya.
Komunikasi Membuka Kesempatan yang Tidak Pernah Saya Bayangkan
Salah satu pengalaman yang berkesan bagi saya adalah kesempatan bertemu Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, dalam sebuah kegiatan seminar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Bagi saya, pengalaman tersebut bukan sekadar kesempatan bertemu seorang tokoh nasional, melainkan juga pengalaman yang memperluas pandangan tentang pentingnya membangun relasi dan berani mengambil kesempatan.
Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa kesempatan untuk mengenal orang baru dapat membuka wawasan yang lebih luas. Kita tidak pernah benar-benar tahu percakapan mana yang akan memberikan pelajaran berharga atau pertemuan mana yang kelak membuka jalan menuju kesempatan berikutnya.
Pengalaman saya tidak berhenti di situ. Saya juga mendapatkan kesempatan bertemu dan berinteraksi langsung dengan berbagai pihak, termasuk kepala daerah seperti Bupati Tegal, serta melakukan wawancara dengan pihak humas DPR RI di Tegal.
Pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa komunikasi tidak hanya dibutuhkan ketika berbicara di depan banyak orang. Kemampuan mendengarkan, mengajukan pertanyaan, menjaga sikap, dan menyampaikan maksud secara tepat juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan orang lain.
Dari sana, saya semakin memahami bahwa komunikasi bukan tentang seberapa hebat seseorang berbicara, melainkan bagaimana ia mampu membangun hubungan yang baik dan menciptakan ruang untuk saling bertukar gagasan.
Belajar Komunikasi Tidak Hanya dari Bangku Kuliah
Ketika mempelajari ilmu komunikasi, saya menyadari bahwa banyak hal yang sebelumnya saya anggap biasa ternyata memiliki nilai pembelajaran tersendiri.
Saya pernah mendapatkan kesempatan belajar siaran di Radio Paramon FM Tegal. Pengalaman tersebut memperkenalkan saya pada proses penyampaian informasi melalui media penyiaran. Saya belajar bahwa berbicara melalui radio membutuhkan persiapan, penyusunan pesan, artikulasi, dan kemampuan menyesuaikan penyampaian informasi dengan pendengar.
Saya juga pernah belajar tentang pemasaran di Tegal Water Sport. Dari pengalaman tersebut, saya semakin memahami bahwa pemasaran bukan sekadar menawarkan produk atau jasa. Pemasaran juga berkaitan dengan cara mengenali kebutuhan konsumen, menyampaikan nilai produk, membangun kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan.
Berbagai pengalaman itu membuat saya melihat ilmu komunikasi dari sudut pandang yang lebih luas. Teori yang dipelajari di bangku kuliah ternyata memiliki hubungan dengan banyak aktivitas sehari-hari, mulai dari berbicara dengan orang lain, membangun relasi, hingga mengembangkan sebuah usaha.
Saya pun menyadari bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh melalui organisasi, kegiatan sosial, lingkungan kerja, dan interaksi langsung dengan masyarakat.
Dari Usaha Sederhana hingga Membangun Kemitraan
Salah satu bagian penting dalam perjalanan saya adalah mengembangkan usaha sendiri.
Saya menjalankan usaha penjualan telur dan sembako. Seperti usaha kecil pada umumnya, perjalanan tersebut membutuhkan proses, mulai dari mengenali kebutuhan pasar, menawarkan produk, melayani pelanggan, hingga mencari cara agar usaha dapat berkembang.
Dalam proses itu, saya belajar bahwa kemampuan berkomunikasi memiliki peran besar. Hubungan dengan pelanggan tidak cukup dibangun hanya melalui transaksi jual beli. Kepercayaan juga harus dijaga melalui pelayanan yang baik, penyampaian informasi yang jelas, dan konsistensi dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Seiring berjalannya waktu, saya mendapatkan kesempatan menjalin kerja sama dengan BUMDes dan membangun kemitraan dengan Perum BULOG melalui kegiatan usaha yang saya jalankan.
Bagi saya, pengalaman tersebut menjadi salah satu pelajaran berharga bahwa usaha tidak hanya bertumpu pada modal dan barang yang dijual. Kemampuan membangun hubungan, menyampaikan penawaran, memahami kebutuhan mitra, dan menjaga kepercayaan juga menjadi bagian penting dalam mengembangkan usaha.
Saya tidak menganggap komunikasi sebagai satu-satunya faktor yang membawa usaha saya sampai pada tahap tersebut. Ada kerja keras, proses belajar, keberanian mencoba, dan berbagai keadaan yang turut memengaruhi perjalanan usaha. Namun, saya merasakan sendiri bahwa komunikasi membantu saya menjangkau orang lain, memperkenalkan usaha, dan membuka kesempatan untuk menjalin kerja sama.
Dari usaha yang saya jalankan, saya belajar bahwa kemampuan komunikasi tidak hanya berguna untuk membangun citra diri atau personal branding. Lebih dari itu, komunikasi dapat menjadi bekal untuk membangun kepercayaan dan hubungan profesional yang bermanfaat bagi perkembangan usaha.
Komunikasi Mengubah Cara Saya Memandang Kehidupan
Jika melihat kembali perjalanan yang telah saya lalui, saya menyadari bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, perubahan justru berawal dari keberanian menyapa orang lain, mengajukan pertanyaan, memperkenalkan diri, atau mencoba berbicara dengan seseorang yang sebelumnya hanya kita kenal dari kejauhan.
Saya belajar bahwa koneksi bukan sekadar tentang berapa banyak orang yang kita kenal. Koneksi juga berkaitan dengan bagaimana kita menjaga hubungan, memberikan manfaat, dan membangun kepercayaan.
Bertemu tokoh nasional, mengenal berbagai pihak, belajar siaran radio, mempelajari pemasaran, hingga mengembangkan usaha merupakan pengalaman yang berbeda. Namun, semuanya memberikan pelajaran yang saling berkaitan: kemampuan berkomunikasi membantu saya memahami lingkungan dan melihat peluang dari sudut pandang yang lebih luas.
Saya juga menyadari bahwa membangun hubungan bukan berarti memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi. Relasi yang baik seharusnya dibangun dengan sikap saling menghargai, keterbukaan, dan keinginan untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Bagi saya, komunikasi bukan jalan pintas menuju kesuksesan. Komunikasi adalah salah satu kemampuan yang membantu seseorang melangkah, belajar dari pengalaman, dan membangun hubungan yang mendukung proses perkembangannya.
Dari Bukan Siapa-Siapa, Saya Belajar untuk Terus Melangkah
Saya tidak ingin mengatakan bahwa semua pencapaian tersebut terjadi hanya karena saya mempelajari ilmu komunikasi. Perjalanan setiap orang memiliki tantangan dan prosesnya masing-masing.
Namun, pengalaman yang saya lalui membuat saya semakin yakin bahwa kemampuan komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan. Kemampuan tersebut membantu saya mendapatkan pengalaman baru, memperluas pergaulan, belajar dari berbagai lingkungan, dan mengembangkan usaha yang saya jalankan.
Dulu, saya mungkin tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan pengalaman di dunia penyiaran, bertemu tokoh nasional, membangun relasi dengan berbagai pihak, atau menjalin kemitraan untuk usaha sendiri. Kini, saya memahami bahwa setiap kesempatan dapat menjadi awal dari pengalaman berikutnya, selama kita mau belajar dan menjaga hubungan dengan baik.
Pada akhirnya, bagi saya, komunikasi bukan sekadar mata kuliah atau teori yang dipelajari di bangku perkuliahan. Komunikasi merupakan keterampilan hidup yang dapat membantu seseorang mengenali peluang, membangun hubungan, dan mengembangkan potensi dirinya.
Saya masih dalam proses belajar. Masih banyak hal yang belum saya ketahui dan masih banyak kesempatan yang ingin saya perjuangkan.
Namun, satu hal yang saya pelajari dari perjalanan ini adalah bahwa kita tidak harus menjadi orang penting terlebih dahulu untuk mulai membangun komunikasi. Kita hanya perlu berani memulai, mau mendengarkan, dan terus belajar menghargai setiap hubungan yang terjalin.
Sebab, terkadang yang mengubah arah kehidupan bukan hanya seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga seberapa baik kita membangun hubungan dengan orang-orang yang kita temui sepanjang perjalanan.
