Heboh Orang-orang Keracunan Makanan, Restoran Korea di Bandung Langsung Tangani

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana restoran Korea, 88 Seoul, di Paskal 23 Bandung, Selasa (6/10/2026). Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana restoran Korea, 88 Seoul, di Paskal 23 Bandung, Selasa (6/10/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Sejumlah konsumen diduga keracunan usai menyantap makanan di restoran Korea, 88 Seoul, di Paskal 23 Bandung. Di media sosial Threads, jumlah orang yang keracunan disebutkan 284 orang—namun angka ini belum terkonfirmasi.

Corporate Communication 88 Seoul, Hana, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai sejumlah pelanggan yang menyampaikan keluhan setelah berkunjung ke restoran tersebut.

“Kami menerima adanya laporan atau keluhan-keluhan dari sejumlah pelanggan yang berkunjung ke 88 Seoul di Paskal 23. Kami juga tentu berempati, mendengar dan peduli atas kekhawatiran yang disampaikan pelanggan,” kata Hana saat dikonfirmasi, Selasa (6/10).

Hana mengatakan, pihak restoran telah menghubungi sejumlah pelanggan yang menyampaikan keluhan. Saat ini, pihaknya memilih untuk fokus memberikan perhatian dan penanganan secara langsung kepada konsumen yang terdampak.

“Kami mau fokus dulu untuk memastikan pelanggan yang telah menyampaikan keluhan itu dapat perhatian dan penanganan secara langsung dari kami. Enggak ada yang tertinggal satu pun,” ujarnya.

Menurut Hana, informasi mengenai keluhan konsumen yang beredar di media sosial masih dalam proses pengumpulan dan klarifikasi. Karena itu, pihak restoran belum dapat memastikan jumlah konsumen yang mengalami gangguan kesehatan.

Ia mengatakan pihaknya perlu melakukan pengecekan terhadap setiap laporan yang beredar di media sosial agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan kekeliruan.

“Untuk jumlahnya sendiri kami belum bisa memastikan karena kami masih mengumpulkan dan mengklarifikasi laporan-laporan yang ada. Kami juga enggak mau menyampaikan angka yang belum terverifikasi,” katanya.

Hana menambahkan, beberapa keluhan yang beredar di media sosial menyebut konsumen mengalami mual, muntah, demam, hingga harus mendapatkan perawatan. Namun, pihak restoran belum menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para konsumen tersebut.

Pihak restoran juga tengah melakukan pengecekan terhadap seluruh proses operasional di gerai, termasuk proses pengolahan makanan di dapur. Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

“Kami juga harus memastikan semua proses operasional di gerai kami berjalan sesuai dengan standar yang sudah kami terapkan,” ujar Hana.

Hana mengatakan sebelum keluhan tersebut ramai dibicarakan di Threads, pihak restoran belum menerima laporan serupa melalui layanan pelanggan maupun pesan langsung di media sosial.

Saat ini, pihak restoran juga berencana menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram 88 Seoul. Dalam pernyataan tersebut, pihaknya akan mencantumkan kontak layanan pelanggan bagi konsumen yang ingin menyampaikan keluhan atau membutuhkan bantuan.

“Kami juga mencantumkan nomor customer service di situ, jadi bagi pelanggan yang memang membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan keluhan bisa langsung menghubungi kami,” katanya.

Terkait informasi mengenai kemungkinan adanya pemeriksaan atau pengambilan sampel oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung, Hana belum memberikan konfirmasi. Ia mengatakan masih perlu melakukan pengecekan secara internal mengenai informasi tersebut.

Pihak restoran menyatakan akan terus memantau perkembangan laporan konsumen dan melakukan penanganan hingga persoalan tersebut dapat diklarifikasi. Adapun dugaan keracunan yang ramai dibicarakan di media sosial hingga kini belum dapat dipastikan penyebabnya oleh pihak restoran.