Pria Diduga Terkait Pelemparan Molotov di Pos Lantas Surabaya Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi usai diduga pelemparan bom molotov ke Pos Polisi Lalu Lintas A. Yani Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi usai diduga pelemparan bom molotov ke Pos Polisi Lalu Lintas A. Yani Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Polisi mengamankan seorang pria yang diduga berkaitan dengan kejadian pelemparan molotov ke Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Cito, Surabaya, pada Sabtu (15/8) malam.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pria tersebut diamankan oleh Polrestabes Surabaya setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan.

"Polda Jawa Timur membenarkan bahwa Polrestabes Surabaya telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga berkaitan dengan kejadian di Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Cito, Surabaya," kata Jules, Minggu (16/8).

Pengamanan dilakukan setelah polisi mendalami sejumlah petunjuk yang ditemukan di lapangan. Penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut.

Selain itu, polisi melakukan analisis terhadap rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah barang bukti dan petunjuk lainnya juga masih didalami penyidik.

"Yang bersangkutan diamankan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, antara lain melalui pemeriksaan saksi, analisis rekaman CCTV, serta pendalaman terhadap sejumlah petunjuk dan barang bukti yang diperoleh," ujarnya.

Ruang dalam Pos Lantas Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dipasang garis polisi, Minggu (16/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Namun, Jules menegaskan pria yang diamankan tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Polisi belum menyampaikan status hukum lebih lanjut maupun kesimpulan terkait peran yang bersangkutan dalam kejadian.

Penyidik juga masih mendalami motif di balik kejadian tersebut. Kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat turut menjadi bagian dari pemeriksaan.

"Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Penyidik masih mendalami motif, rangkaian peristiwa, barang bukti yang ditemukan, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain," tutur Jules.

Polda Jatim meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif maupun pihak-pihak yang diduga terlibat sebelum hasil penyidikan disampaikan secara resmi.

Jules memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang diperoleh penyidik.

"Kami belum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai motif maupun hal-hal lain yang masih menjadi materi pemeriksaan karena proses penyidikan masih berlangsung," katanya.

Di tengah proses penyidikan, Polda Jatim memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali.

Polisi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait kejadian di dua pos lalu lintas tersebut.