SDN 026 Bojongloa 3 Kali Digembok Ahli Waris, Pemkot Bandung Relokasi Siswa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan keterangan terkait SDN 026 Bojongloa dan videotron usai giat di Lapangan Saparua, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan keterangan terkait SDN 026 Bojongloa dan videotron usai giat di Lapangan Saparua, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Pemerintah Kota Bandung resmi memindahkan sementara siswa SDN 026 Bojongloa ke SDN 148 Cibaduyut, Selasa (8/9). Pemindahan dilakukan sambil menunggu pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan proses pemindahan sebenarnya telah berlangsung sejak sebelumnya. Namun, pada Selasa ini pemerintah memastikan proses relokasi sementara para siswa telah rampung.

“Alhamdulillah sebetulnya dari kemarin, tapi hari ini kita resmi sudah memastikan bahwa anak-anak SD Negeri 026 Cibaduyut itu sedang dalam proses untuk pemindahan,” kata Farhan saat ditemui di SDN 148 Cibaduyut, Selasa (8/9).

Ia mengatakan, para siswa SDN 026 kini sementara ditampung di SDN 148 Cibaduyut. Jarak kedua sekolah tersebut tidak terlalu jauh sehingga masih dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

“Maka sekarang sudah selesai pemindahannya dari tanah yang lama. Untuk sementara ditampung dulu di SDN 148 Cibaduyut. Jaraknya tidak jauh sama sekali, masih bisa jalan kaki, dan daya tampungnya juga cukup,” ujarnya.

Untuk mengakomodasi seluruh siswa, kegiatan belajar mengajar di SDN 148 Cibaduyut dibagi menjadi dua sesi.

Suasana belajar siswa SDN 026 Bojongloa di ruang kelas SDN 148 Cibaduyut sebagai tempat relokasi sementara, Selasa (8/9/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Siswa SDN 148 Cibaduyut akan mengikuti kegiatan belajar pada pagi hari, sementara siswa SDN 026 Bojongloa masuk pada siang hari mulai pukul 12.30 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan sistem tersebut akan diberlakukan sambil menunggu pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa selesai.

Menurutnya, seluruh Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG untuk pembangunan sekolah baru telah selesai diproses dan diterbitkan.

“PBG semua sudah clear, sudah terbit. Tinggal mungkin nanti sekarang ada tahapan-tahapan untuk terus melakukan sosialisasi biar nanti pembangunan bisa terselesaikan di akhir tahun,” ujar Asep, Selasa (8/9).

Farhan mengatakan pekerjaan konstruksi gedung baru SDN 026 Bojongloa sudah mulai dilaksanakan sejak Senin, setelah PBG diterbitkan.

“Sudah mulai. Dari sejak hari Senin. Ketika PBG hari Senin sudah keluar, maka hari Senin juga langsung dilaksanakan semua kepentingan konstruksinya, insyaallah,” katanya.

Pemerintah Kota Bandung menargetkan pembangunan gedung pertama dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari enam bulan.

Farhan menyebut seluruh fasilitas sekolah diharapkan dapat digunakan secara penuh pada April 2027, meski pembangunan tetap harus memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan pemerintah.

“Pada bulan April 2027 sudah full. Tapi kan kita memperhatikan beberapa standar-standar juga yang ditentukan oleh pemerintah pusat mengenai kelayakan gedung sekolah anak-anak,” ujarnya.

Suasana belajar siswa SDN 026 Bojongloa di ruang kelas SDN 148 Cibaduyut sebagai tempat relokasi sementara, Selasa (8/9/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Ia mengatakan gedung sekolah tidak hanya harus memiliki ruang kelas yang kuat dan layak, tetapi juga fasilitas pendukung yang memadai.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah ketersediaan toilet yang layak bagi siswa maupun guru.

Selain menyiapkan lokasi sementara dan pembangunan gedung baru, Pemkot Bandung juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para siswa selama proses pemindahan.

Farhan mengatakan pemerintah tidak ingin relokasi sekolah menimbulkan tekanan, kesedihan maupun kecemasan pada anak-anak.

“Kita kadang suka kurang sensitif terhadap stres anak. Makanya ada DP3A dengan pendampingan psikisnya untuk memastikan bahwa ketika terjadi pemindahan tuh tidak ada rasa sedih, tidak ada rasa kecewa, tidak ada rasa tertekan,” katanya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau DP3A Kota Bandung akan melakukan pemantauan untuk memastikan hak-hak para siswa tetap terpenuhi selama berada di sekolah sementara.

Suasana belajar siswa SDN 026 Bojongloa di ruang kelas SDN 148 Cibaduyut sebagai tempat relokasi sementara, Selasa (8/9/2026). Foto: Abisatya/kumparan

DP3A juga menyatakan siap memberikan pendampingan apabila terdapat siswa yang mengalami gangguan psikologis akibat proses relokasi.

Selain DP3A, Komisi Perlindungan Anak Daerah atau KPAD juga akan mengawal dan mengawasi pemenuhan hak-hak siswa SDN 026 Bojongloa.

Farhan mengatakan guru bimbingan dan konseling juga akan dilibatkan untuk mengawasi serta melakukan asesmen terhadap kondisi para siswa.

Pemkot Bandung juga telah bekerja sama dengan sejumlah organisasi profesi psikolog serta Dinas Kesehatan untuk memberikan pendampingan apabila dibutuhkan.

“Insyaallah itu mah akan dilaksanakan pemantauan. Tapi kita akan memanfaatkan keberadaan guru Bimbingan dan Konseling yang akan mengawasi anak-anak dan melakukan asesmen,” ujar Farhan.

Terkait pembangunan gedung baru, Farhan menyadari terdapat kekhawatiran warga sekitar mengenai kemungkinan kemacetan, akses kendaraan proyek hingga debu selama proses konstruksi.

Namun, ia menegaskan Pemkot Bandung akan terus berdialog dengan warga dan berupaya meminimalkan gangguan selama pembangunan berlangsung.

“Saya yakin itu bukan penolakan, hanya perlu penyesuaian bahwa ada kekhawatiran akan menimbulkan kemacetan, ketidaknyamanan, masa pembangunan proyek yang banyak debu dan lain-lain, itu akan kita perhatikan dan kita pastikan tingkat gangguannya sedikit sekali lah, seminimal mungkin,” katanya.

Farhan menegaskan bahwa di tengah berbagai persoalan yang muncul, Pemkot Bandung tetap memprioritaskan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak SDN 026 Bojongloa.

3 Kali Digembok Ahli Waris

Aksi penggembokan SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan disebut bukan kali pertama terjadi. Pihak sekolah menyebut peristiwa serupa telah terjadi sebanyak tiga kali.

Gedung SDN 026 Bojongloa yang sempat diduga digembok oleh ahli waris dalam sengketa tanah, Kamis (6/8/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Pembantu Kepala Sekolah (PKS) Bidang Kurikulum SDN 026 Bojongloa, Irdian, mengatakan penggembokan terbaru membuat pihak sekolah terkejut karena dilakukan tanpa pemberitahuan maupun koordinasi sebelumnya.

"Ini terjadi ketiga kali. Dari pihak kami juga kaget digembok. Yang saya tahu, kalau memang ada persoalan seharusnya melalui alur persidangan pengadilan," kata Irdian, Jumat (7/8).

Irdian mengaku tidak mengetahui secara rinci perkembangan sengketa lahan tersebut karena proses hukumnya telah berlangsung selama beberapa tahun.