Konten dari Pengguna

Perkembangan Hutan Mangrove di Indonesia

Abizar flh

Abizar flh

Mahasiswa Universitas Airlangga

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abizar flh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taman Wisata Mangrove Labuhan (sumber: kamera hp)
zoom-in-whitePerbesar
Taman Wisata Mangrove Labuhan (sumber: kamera hp)

Indonesia merupakan salah satu negara dengan bentang luas ekosistem mangrove terbesar didunia. Indonesia memiliki hutan mangrove dengan luas 3.364.076 Ha yang merupakan 20,37% dari luas mangrove yang ada didunia. Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan pada tahun 2021 membagi hutan mangrove Indonesia dengan beberapa kategori. kondisi mangrove lebat seluas 3.121.239 Ha (92,78%), mangrove sedang seluas 188.363 Ha (5,60%), dan mangrove jarang seluas 54.474 Ha (1,62%). Dengan angka yang besar tersebut apakah menyatakan bahwa kondisi mangrove di Indonesia baik baik saja?.

Disisi lain kementerian lingkungan hidup dan kehutanan mengeluarkan data yang menunjukkan penyusutan luas ekosistem mangrove yang ada di Indonesia. Data yang dikeluarkan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan menunjukkan bahwa penurunan luas ekosistem mangrove yang cukup signifikan. pada tahun 1980 luas ekosistem mangrove Indonesia memiliki luas 9,36 juta hektar. Namun hingga 2020 luas ekosistem mangrove di Indonesia hanya tersisa sekitar 3,36 juta hektare. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ekosistem mangrove Indonesia sedang berada pada kondisi yang kurang baik. Dalam waktu 40 tahun ekosistem mangrove Indonesia mengalami penurunan luas wilayah hingga 6 juta hektar.

Pada kenyataannya kehilangan luas ekosistem hutan mangrove yang ada akan memberikan dampak yang signifikan baik dalam ruang lingkup ekologi, ekonomi, wisata, pengaturan iklim hingga keanekaragaman hayati. Ekosistem hutan mangrove sendiri merupakan suatu daerah yang dinamis yang tumbuh di lingkungan pasang surut dimana organisme dan komunitas yang tinggal memiliki toleransi terhadap salinitas atau kadar garam yang tinggi.

Dalam tinjauan ekologi dan biodiversitas, Mangrove yang merupakan vegetasi dengan kemampuan tumbuh dengan salinitas yang tinggi yaitu tumbuhan yang mampu hidup di daearah dengan kadar garam yang cukup tinggi, seperti muara (perairan payau) hingga air laut. Kawasan hutan mangrove dapat menjadi tempat mencari makan (feeding ground) bagi hewan yang hidup di mangrove, seperti monyet mangrove, burung-burung, dan juga ikan yang berada di wilayah perairan mangrove. tempat memijah (spawning ground), dan tempat berkembang biak (nursery ground) untuk berbagai jenis biota perairan seperti ikan, udang, kerang, dan beberapa biota laut.

Dengan struktur dan kerapatan yang ada pada ekosistem mangrove dapat menjadi tempat yang cocok digunakan sebagai tempat perlindungan dari predator yang ada, disisi lain Akar tunjang pohon mangrove adalah bagian pohon yang bertugas memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan & invertebrate. Akar pohon mangrove juga dapat melindungi telur ikan dan anak ikan yang baru menetas.

Hutan mangrove menjadi sumber berbagai bahan alam yang berharga. Kayu mangrove yang yang kokoh dan kuat dipilih menjadi bahan untuk membuat perabotan rumah seperti meja dan kursi yang dapat dijual dan menjadi sumber penghasilan bagi pengrajin mebel, bahkan tumbuhan mangrove dapat dijadikan bahan bakar untuk memasak di dapur dengan cara tradisional yang masih menggunakan kayu bakar. Nelayan yang hidup di daerah hutan mangrove juga memanfaatkan tumbuhan mangrove untuk menangkap ikan dan udang yang berkembang biak di antara akar-akar mangrove, dan menjadi mata pencaharian utama bagi mereka.

Tak hanya sebagai tempat mencari rezeki, hutan mangrove juga menjadi daya tarik pariwisata dengan keindahannya. Setiap hari, perahu-perahu kecil mengangkut wisatawan dari tempat-tempat jauh, yang ingin menyaksikan keindahan alam yang hutan mangrove miliki. Panduan lokal memberikan tur jelajah hutan mangrove, mengajak pengunjung menyelami kehidupan hutan tersebut, sementara pedagang lokal menawarkan kerajinan tangan yang telah mereka buat dari serat mangrove sebagai souvenir.

Tapi manfaat hutan mangrove tak berhenti di situ. Ketika badai mengancam, hutan mangrove menjadi benteng pertahanan terakhir bagi warga yang tinggal di pesisir pantai. Akarnya yang kuat dan rapat berfungsi sebagai penghalang serta meredam gelombang yang mengarah ke pantai yang dapat menyebabkan abrasi pada pantai dan menyelamatkan desa dari kerusakan atas badai yang terjadi.

Dibalik keindahan dan banyaknya manfaat yang dimiliki ada, hutan mangrove memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan dalam konteks kehidupan manusia yang berdampingan dengannya, antara lain hutan mangrove dapat menjadi tempat yang potensial bagi penyakit dan ancaman kesehatan. Lingkungan yang lembap dan rawan genangan air menjadi ciri khas mangrove dapat menjadi sarang bagi nyamuk dan hama lainnya yang dapat meningkatkan risiko terjangkitnya penyakit bagi penduduk setempat.

Selain itu, risiko kebakaran juga menjadi ancaman bagi ekosistem mangrove, terutama selama pada musim kemarau yang panjang. Kebakaran ini tidak hanya merusak hutan mangrove itu sendiri, tetapi juga dapat membahayakan kehidupan manusia dan merusak sumber daya alam yang berdekatan. Dan yang terakhir, lahan di sekitar hutan mangrove mungkin tidak cocok untuk pertanian karena kandungan garam yang tinggi dalam tanahnya. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi masyarakat yang bergantung pada pertanian sebagai sumeber mata pencaharian mereka.

Hilangnya ekosistem hutan mangrove dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan meningkatnya emisi gas rumah kaca yang ada di dunia. Ekosistem mangrove dianggap sebagai karbon biru karena potensi dan kemampuan ekosistem tersebut dalam penyerapan jumlah karbon yang tinggi, bahkan melebihi kemampuan penyerapan hutan tropis di daratan karena kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi karbon organik, yang disimpan dalam akar, batang, daun, dan bagian lainnya.

Lampiran

https://sv1.scriptinstall.rocks:2083/cpsess8523245451/frontend/x3/softaculous/index.live.php?act=sign_on&insid=26_51392&autoid=cy5e1iwzkmnmehgwoed4gk55hd8cdp3t