KKN FBD UB Dorong Kreativitas PKK Lewat Pelatihan Ecoprint Berbasis Alam

Mahasiswa Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Abizar Galih Sejati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumberbening, 16 Juli 2025 – Sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat, FBD (FISIP Bakti Desa) Kelompok 46 Universitas Brawijaya menyelenggarakan pelatihan ecoprint bagi ibu-ibu PKK di Desa Sumberbening. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan KKN yang menggabungkan edukasi lingkungan, seni kreatif, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Mengenal Ecoprint: Kreatif, Natural, dan Bernilai Ekonomis
Ecoprint adalah teknik mencetak motif alami dari daun dan bunga ke atas kain dengan pewarna alami yang terkandung langsung dalam bahan tumbuhan. Salah satu metode yang digunakan adalah pounding, yaitu teknik memindahkan warna dan bentuk daun ke kain dengan cara memukul menggunakan palu kayu. Metode ini tidak hanya ramah lingkungan karena bebas bahan kimia, tetapi juga sederhana, murah, dan menyenangkan. FBD Kelompok 46 melihat ecoprint sebagai cara efektif untuk mengembangkan potensi alam lokal sekaligus kreativitas masyarakat.
Kegiatan Pelatihan Ecoprint oleh FBD Kelompok 46
Pelatihan yang diselenggarakan oleh FBD Kelompok 46 ini dirancang secara sistematis dalam tiga tahap utama. Kegiatan dimulai dengan pembagian poster infografis berisi langkah-langkah ecoprint secara visual. Poster ini menjadi media awal yang efektif untuk memperkenalkan proses kerja ecoprint kepada para peserta, sekaligus menjadi panduan praktis yang bisa mereka simpan dan gunakan kembali di rumah. Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Abizar Galih Sejati, salah satu anggota FBD Kelompok 46 sekaligus mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep ecoprint, dampak positifnya bagi lingkungan, serta peluang usaha yang dapat muncul dari hasil karyanya.
“Ecoprint tidak hanya ramah lingkungan karena menggunakan bahan alami dari alam sekitar, tapi juga punya nilai jual yang tinggi karena tiap motif itu unik dan tidak bisa disalin persis. Ini bisa jadi peluang usaha rumahan bagi ibu-ibu di desa,” jelas Abizar, penanggung jawab kegiatan dari Kelompok FBD UB 46.
Antusiasme peserta semakin tinggi saat memasuki tahap terakhir, yakni praktik langsung bersama ibu-ibu PKK. Dengan penuh semangat, mereka mencoba menyusun daun di atas kain, menutupnya dengan plastik atau kain lapis, lalu memukulnya menggunakan palu kayu secara merata agar pigmen alami dari daun berpindah ke permukaan kain. Proses ini berlangsung dengan bimbingan langsung dari tim FBD Kelompok 46. Suasana kegiatan sangat hidup dan partisipatif, menciptakan ruang belajar yang menyenangkan dan memberdayakan.
Dampak Positif Kegiatan: Dari Kreativitas Menuju Kemandirian
Pelatihan ecoprint ini mendapat respon positif dari masyarakat. Beberapa ibu PKK bahkan langsung menyampaikan ketertarikan untuk melanjutkan praktik ecoprint di rumah dan menjajaki peluang penjualan hasil karya mereka. Bagi FBD Kelompok 46, hal ini menjadi indikator bahwa program kerja mereka berhasil menumbuhkan benih kreativitas sekaligus pemberdayaan.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menghidupkan semangat gotong royong, kesadaran lingkungan, dan potensi ekonomi lokal. FBD Kelompok 46 memandang ecoprint sebagai langkah awal menuju desa kreatif dan mandiri.
Jejak FBD Kelompok 46 untuk Desa Sumberbening
Melalui program pelatihan ini, FBD (FISIP Bakti Desa) Kelompok 46 Universitas Brawijaya membuktikan bahwa mahasiswa dapat hadir langsung dalam pembangunan desa dengan cara yang relevan dan berkelanjutan. Ecoprint bukan hanya teknik, tetapi juga simbol inovasi berbasis kearifan lokal.
Harapannya, benih kreativitas yang ditanam oleh FBD Kelompok 46 ini dapat terus tumbuh menjadi gerakan yang lebih besar: desa yang ramah lingkungan, berdaya secara ekonomi, dan mandiri dalam berkarya.
