Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.96.1
Konten Media Partner
SMK Pakungwati Cirebon Gelar Uji Kompetensi Program Keahlian Seni Tari
4 Maret 2018 7:12 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:11 WIB
ADVERTISEMENT
![SMK Pakungwati Cirebon Gelar Uji Kompetensi Program Keahlian Seni Tari](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1520122250/1520122247908_im0mzf_n8hm8w.jpg)
AboutCirebon.id ,- SMK Pakungwati Cirebon menggelar Uji Kompetensi Program Keahlian Seni Tari tahun pelajaran 2017/2018, yang berlangsung di Gedung Kesenian Nyi Mas Rara Santang, Jalan Komplek Stadion Bima, Kota Cirebon, Sabtu (3/3/2018).
ADVERTISEMENT
Yovita Adriani, ST, selaku Kepala SMK Pakungwati Cirebon mengatakan, uji kompetensi keahlian seni tari ini memang syarat kelulusan untuk siswa kelas XII.
"Karena memang program keahliannya seni tari, maka harus membuat satu pertunjukan dan memang standarnya seperti ini," ujarnya kepada About Cirebon.
Untuk penampilannya, kata Yovita, memang tema sendiri dari siswa masing-masing, biar berkreasi seperti apa. Jadi siswa bisa menampilkan tari tunggal, tari kelompok, komposisi tari, dan sendratari.
"Kebetulan yang uji kompetensi kalo ini dari SMK Pakungwati Cirebon ada 2 orang dengan menampilkan sendratari," katanya.
Menurutnya, karena uji kompetensi kali ini dalam bentuk sendratari, siswa berkolaborasi dengan melibatkan adik kelas dan bekerja sama dengan Sanggar Tari Panji Asmara dan Sanggar Wijaya Kusuma.
ADVERTISEMENT
Lanjut dia, selain untuk memenuhi syarat kelulusan, uji kompetisi ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas, apalagi SMK Pakungwati kurang dikenal. Jadi ingin memberi tahu kepada masyarakat dan menularkan kepada generasi muda untuk mencintai seni budaya tradisional.
Dalam uji kompetensi SMK Pakungwati selain sendratari Nyimas Gandasi dan sendratari Lintang Kerti, dimeriahkan juga dengan penampilan tarian tradisional dari kelas X.
Kata dia, bukan hanya generasi yang sudah tua saja peduli kepada kebudayaan tradional, karena kebudayaan tradisional Cirebon itu kaya sekali. Dengan pendidikan formal semacam ini, kita regenerasi jangan sampai kebudayaan ini punah.
"Saya berharap, generasi muda lebih cinta dengan kebudayaannya sendiri," harapnya.