Belajar Akuntansi Perpajakan melalui Kegiatan Magang di PT. Aerofood Indonesia

Mahasiswa Universitas Pamulang, D4 Akuntansi Perpajakan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhammad Daffa Abrar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kesempatan Belajar Saat Magang
Magang merupakan kegiatan belajar secara langsung di suatu perusahaan dan juga sebagai salah satu syarat kelulusan. Namun, bagi saya selaku mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan, magang justru menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses administrasi yang berjalan di suatu perusahaan, sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik di tempat magang. Di PT Aerofood Indonesia , saya mendapatkan banyak pengalaman secara langsung serta pemahaman mengenai proses administrasi di bidang akuntansi dan perpajakan, khususnya yang berkaitan dengan account payable, account receivable, dan perpajakan.

Bekerja dalam lingkup tersebut membuat saya memahami bahwa pengelolaan keuangan memiliki pengaruh besar terhadap kelancaran operasional perusahaan. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan harus dilakukan secara cermat dan terstruktur. Ketika melakukan penginputan invoice, memperbarui informasi faktur pajak dalam sistem, serta mengarsipkan dokumen, saya menyadari bahwa ketelitian, kesabaran, dan konsentrasi sangat menentukan kemampuan saya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh mentor. Selain itu, komunikasi yang efektif juga berperan penting dalam mendukung kelancaran proses bisnis, bukan hanya dalam hal pencatatan transaksi dan pengelolaan angka, tetapi juga dalam membangun hubungan yang baik antara perusahaan, mitra, dan pihak-pihak yang menerima layanan. Pelatihan, Pembelajaran, dan Tujuan dari Kegiatan Magang yang Dapat Diambil Melalui kegiatan magang yang saya jalani di PT Aerofood Indonesia (ACS), khususnya pada bagian Accounting & Tax, saya memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama mengenai pengalaman bekerja, penerapan ilmu, serta penggunaan sistem perusahaan. PT Aerofood Indonesia menggunakan sistem SAP FICO, yaitu sistem yang mendukung proses pengelolaan keuangan dan akuntansi perusahaan. Sistem ini digunakan untuk membantu pencatatan transaksi, pengelolaan invoice, pemeriksaan dokumen, pengelolaan informasi faktur pajak, serta administrasi vendor yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. Melalui pengalaman belajar secara langsung mengenai akuntansi dan perpajakan di lingkungan perusahaan, saya menyadari bahwa penerapan kedua bidang tersebut memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan pembelajaran secara teori. Pengalaman dalam mengelola invoice dan dokumen perpajakan juga memberikan pemahaman kepada saya mengenai pentingnya ketelitian dan ketepatan dalam bekerja. Kesalahan yang terlihat kecil pada tahap awal dapat memengaruhi proses selanjutnya. Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa pekerjaan di bidang akuntansi dan perpajakan tidak hanya membutuhkan kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan memeriksa data, menganalisis informasi, serta bertanggung jawab atas data yang dikelola. Hal ini juga menyadarkan saya bahwa akuntansi dan perpajakan merupakan dua bidang yang saling berkaitan. Data transaksi yang dikelola dalam proses akuntansi dapat menjadi dasar dalam menentukan kewajiban perpajakan perusahaan. Apabila terdapat kesalahan atau selisih data, hal tersebut berpotensi memengaruhi ketepatan penghitungan pajak yang harus dibayarkan. Oleh karena itu, kualitas administrasi dan pencatatan menjadi fondasi penting dalam mendukung pengelolaan keuangan dan pemenuhan kewajiban perpajakan perusahaan. Kegiatan magang di PT Aerofood Indonesia mengubah perspektif saya mengenai administrasi, perpajakan, dan penggunaan sistem dalam suatu perusahaan. Dengan menjalani kegiatan magang secara sungguh-sungguh serta mempelajari sistem administrasi perusahaan, saya memperoleh bekal pengetahuan dan pengalaman yang dapat membantu saya mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja pada masa mendatang. Selain itu, pengalaman magang ini juga membantu saya memahami pentingnya profesionalisme dalam bekerja. Ketelitian, kemampuan analisis, tanggung jawab, dan kedisiplinan merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan untuk menghadapi tuntutan dunia kerja yang sesungguhnya. Bagi saya, PT Aerofood Indonesia (ACS) bukan hanya menjadi tempat untuk memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memungkinkan saya menerapkan ilmu yang diperoleh secara teoretis ke dalam praktik di dunia kerja. Pengalaman ini turut mendorong saya untuk terus mengembangkan kompetensi dan sikap profesional dalam melaksanakan pekerjaan. Saya mempelajari satu hal penting mengenai akuntansi dan perpajakan, yaitu bahwa kedua bidang tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencatatan angka dan nominal transaksi, tetapi juga dengan upaya menghasilkan informasi keuangan yang akurat, dapat dipercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan.
