Konten dari Pengguna

3 Fakta Biologis Mangga

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar oleh Fathima Shanas dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Gambar oleh Fathima Shanas dari Pixabay

Pernahkah kamu membuat jus mangga, namun rasanya masam? Sementara pada waktu yang lain, rasanya manis. Kadang kala malah terasa hambar. Penyebabnya, kemungkinan kamu tidak dapat memilih varietas mangga yang tepat. Wawasanmu yang kurang tentang mangga ialah faktor yang merugikan.

Ya, mangga memang banyak sekali jenisnya. Amat menarik untuk mencari tahu informasi biologis tentang mangga. Semakin tahu, tentunya akan semakin pintar dirimu dalam memilih mangga yang tepat untuk dikonsumsi.

Varietas yang sangat beragam

Ada ratusan varietas mangga di Bumi ini. Mulai dari yang lembut dan manis, yang masam, yang agak panas, yang seperti nanas, dan yang sering kali mengesalkan saat kita beli di swalayan (agak hambar).

Jika ingin yang pasti terasa manis, cobalah varietas yang terjamin rasa manisnya, seperti alphonso dari India.

Masih sepupu dengan kacang mete

Mangga merupakan buah berdaging dengan kulit tipis; dengan pusat yang disebut endokarpa sebagai biji buah. Secara taksonomi, mangga juga buah berbiji dari famili anacardiaceae. Berarti, mangga adalah sepupu jauh dari kacang mete.

Jangan ragu mengonsumsi mangga

Satu cangkir jus mangga mengandung sekitar 60 miligram vitamin C. Dengan situs NHS (National Health Service) menyatakan bahwa orang dewasa (yang berusia 19-64 tahun) membutuhkan 40 miligram vitamin C dalam sehari, maka manfaat kesehatan dari mangga sangat bisa diandalkan dalam hal ini.

Selain itu, mangga pun kaya akan vitamin A, kalium, folat, dan juga menyediakan serat yang padat. Luar biasa sekali kandungan gizi buah ini.