Konten dari Pengguna

5 Fakta Tentang DN Aidit yang Jarang Diketahui

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dia dikenal sebagai sosok yang berperan sentral bagi Partai Komunis Indonesia (PKI), dan berikut ini dirangkum dari beberapa sumber, lima fakta tentang DN Aidit yang jarang diketahui.

1. Anak Orang Terpandang

5 Fakta Tentang DN Aidit yang Jarang Diketahui
zoom-in-whitePerbesar

Foto: themonthly.com.au

Nama lengkapnya Dipa Nusantara Aidit, orang Sumetera Selatan, lahir di Belitung pada 30 Juli 1923. Dia putera sulung dari enam bersaudara. Berasal dari kerluarga terpandang, ibunya ialah Mailan dari keturunan ningrat, dan ayahnya bernama Abdullah Aidit yang menjabat posisi mantri kehutanan kala itu.

2. Masih Muda Sudah Penting Bagi PKI

5 Fakta Tentang DN Aidit yang Jarang Diketahui (1)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: 21china.de

Ketika PKI melakukan pemberontakan pada tahun 1948 di Madiun, usia Aidit baru 25 tahun. Dia terlibat dalam pemberontakan ini, meski setelahnya jadi lebih sering kabur-kaburan ke banyak tempat.

Pada pemilu tahun 1955, Aidit yang berusia 32 tahun membawa PKI masuk jajaran empat besar sebagai pengumpul suara terbanyak di Indonesia.

3. Sembunyi di Balik Lemari

5 Fakta Tentang DN Aidit yang Jarang Diketahui (2)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: nytimes.com

Pemerintah Orde Baru mengklaim Aidit bertanggung jawab atas Gerakan 30 September 1965, oleh karenanya Ketua PKI ini mesti ditangkap. Namun dia bersembunyi di ruangan rahasia dalam rumah seorang simpatisan di Solo, Jawa Tengah, dan berhasil membuat TNI Angkatan Darat kesulitan mendapatkannya untuk beberapa lama.

Setelah dicari ke mana-mana, akhirnya TNI menemukan ruang rahasia itu ada di belakang lemari, dan Aidit sedang duduk di sana.

4. Rokok Terakhir Sebelum Eksekusi

5 Fakta Tentang DN Aidit yang Jarang Diketahui (3)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: huffingtonpost.com

Ketika TNI AD menginterogasi Aidit di rumah pesembunyian, mereka memberikan sejumlah dokumen pernyataan yang harus ditandatangi. Aidit menyatakan menyerah, dan diangkut ke luar rumah. Sebelum pergi, Aidit sempat merokok bahkan minta izin pada TNI AD untuk membawa rokoknya ke tempat eksekusi mati.

5. Diakhiri Kalashnikov

5 Fakta Tentang DN Aidit yang Jarang Diketahui (4)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: bbc.co.uk

Aidit dieksekusi di Boyolali, Jawa Tengah, oleh tentara. Dia meninggal usai dihujam peluru dari senapan Kalashnikov. Usai Aidit tewas, Presiden Soeharto membubarkan PKI dan menjadikannya partai terlarang di Indonesia.

Aidit meninggal pada usia 42 tahun, meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.