Opini & Cerita17 September 2020 2:06

5 Hal yang Membuat Kita Bersyukur akan Eksistensi Lalat

Konten kiriman user
5 Hal yang Membuat Kita Bersyukur akan Eksistensi Lalat (49191)
Wikimedia Commons
Ketika lalat berkeliaran di sekitar rumah kita, ini ialah pengingat bahwa ada hal yang sudah tidak layak ditimbun atau ada yang mesti segera kita bersihkan. Memang begitulah lalat, selain sebagai pengingat, menurut naturalis Peter Marren, mereka ialah serangga yang paling berharga.
ADVERTISEMENT
Sekalipun kehadiran lalat sering mengganggu manusia, namun mereka bukanlah mahluk yang tidak berguna. Tanpa lalat, bahkan, lingkungan kita akan dipenuhi oleh hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, masih ada lagi hal-hal lainnya yang dapat membuat kita bersukur akan eksitensi lalat. Lima hal di bawah ini ialah sebagian di antaranya.

Pendaur ulang alami

Apa pun yang membusuk, baik mayat manusia atau binatang, akan didaur ulang oleh lalat sebagai limbah yang segera menyatu dengan tanah.
Berkat kemampuannya yang luar biasa itulah, naturalis Peter Marren menyatakan bahwa lalat ialah serangga yang paling berharga.
"Tanpa lalat rumah, lalat biru, dan jenis lalat lainnya, kita akan dikelilingi dengan mayat dan kotoran lainnya. Kita akan tenggelam dalam kotoran," tegas Marren.
ADVERTISEMENT
Marren benar, walau kehadiran lalat kerap mengganggu kenyamanan, mahluk tersebut sebetulnya membantu kita menghilangkan sampah organik atau daging yang membusuk.

Menyebarkan cokelat

Semua cokelat yang kita makan diolah dari biji kakao. Pohon kakao ini memiliki bunga yang kecil dan membutuhkan penyerbuk bertubuh kecil.
Lalat Forcipomyia, yang ukurannya tidak lebih besar dari kepala peniti, sangat berperan dalam penyerbukan bunga itu. Binatang ini pun menjadi satu-satunya makhluk yang dapat masuk dan menyerbuki bunga kakao.

Membantu tugas tim forensik

Lalat bisa membantu petugas forensik untuk menentukan waktu kematian, karena mayat mengalami beberapa fase dalam pembusukan dan wujud serangga yang menempel pun berbeda-beda (sesuai waktunya masing-masing).
Salah satu serangga pertama yang akan mengendap pada tubuh yang baru mati ialah blowfly atau Calliphoridae dewasa, yang memiliki indra penciuman luar biasa dan memungkinkannya menemukan sumber pembusukan dari jarak jauh.
ADVERTISEMENT
Calliphoridae betina biasanya akan tiba dalam beberapa menit (setelah mencium bau) untuk bertelur. Telur-telur ini akan menetas menjadi belatung dalam waktu 24 jam. Selang beberapa hari kemudian (sekitar 10-20 hari), larva yang telah melalui enam tahap akan menjadi lalat dewasa.

Bagian dari kemajuan sains

Lalat buah telah membantu para ilmuwan memenangkan empat Hadiah Nobel dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran.
  • Pada tahun 1933, Thomas Hunt Morgan memenangkan Hadiah Nobel untuk karyanya tentang warisan genetik. Penelitiannya tentang mutasi pada lalat buah mengarah pada teori bahwa gen dibawa pada kromosom dan diturunkan dari generasi ke generasi.
  • Hermann J. Muller dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 1946 untuk penemuannya tentang sinar-X yang dapat menyebabkan mutasi genetik. Ia menggunakan lalat buah dalam penelitiannya.
ADVERTISEMENT
  • Pada tahun 1995, Edward B. Lewis, Christiane Nüsslein-Volhard, dan Eric F. Wieschaus, memenangkan Hadiah Nobel untuk studi mereka ke dalam kontrol genetik perkembangan embrio awal. Mereka pun menggunakan lalat buah dalam penelitian mereka.
  • Pada abad ke-21, Jules A. Hoffman dan Bruce Beutler memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 2011 untuk studi kekebalan. Lagi-lagi, mereka menggunakan lalat buah sebagai dari bagian penelitian.

Kontribusi penting untuk penelitian luar angkasa

Bukan manusia, melainkan lalat, yang kali pertama berangkat dari Bumi ke luar angkasa. Pada bulan Februari 1947, ilmuwan Amerika meluncurkan sekelompok lalat buah ke luar angkasa sebagai bagian dari penelitian efek radiasi.
Setelah mencapai ketinggian 67,5 kilometer dari Bumi, Drosophila melanogaster lantas diterjunkan ke tanah d dalam sebuah wadah. Ketika mendarat, para ilmuwan memastikan bahwa lalat masih dalam kondisi kesehatan yang sempurna.
ADVERTISEMENT
Sampai sekarang, lalat buah masih dikirim ke luar angkasa untuk menjadi model genetik bagi para astronaut, karena lalat buah dan manusia dinilai memiliki beberapa kemiripan secara genetik.
Tidak segala hal bisa dinilai hanya dari wujudnya, bukan? Lalat yang tidak sedap dipandang dan sering kali tidak kita harapkan kehadirannya itu ternyata punya banyak andil dan memberikan manfaat untuk kehidupan.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white