5 Mahluk Mitologi Mencengangkan Ciptaan Ahli Taksidermi

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Taksidemis (pengolah dan pengawet satwa) yang cerdik telah lama terlibat dalam lelucon sejarah yang kemudian jadi kepercayaan masyarakat. Di bawah ini, lima mahluk mitologi mencengangkan ciptaan ahli taksidemi.
1. Bavaria’s Wolpertinger

Foto: ripleys.com
Ada banyak versi yang dibuat taksidermis untuk Bavaria’s Wolpertinger. Sebagian percaya mahluk tersebut ialah musang biul bersayap, ada juga menyebut itu kelinci bertaring yang bersayap. Eksistensi mahluk ini semakin kuat karena dipercaya pernah ditemukan di sebuah hutan di Jerman.
2. Chupacabra

Foto: ripleys.com
Tak semua ahli taksidermi bermaksud menipu orang, mereka hanya ingin bersenang-senang merealisasikan imajinasi. Doug Higley juga begitu, dia menciptakan Chupacabra tanpa tujuan memasarkannya jadi 'kenyataan', bahkan tanpa deskripsi. Desas-desus masyarakat yang membuat mahluk fantasi ini jadi terkenal.
3. Fiji Mermaid

Foto: ripleys.com
Namun, ada juga taksidermis menyebalkan yang sengaja menyebar kebohongan demi meraup keuntungan seperti Phineas Taylor Barnum. Sebagai pengusaha sirkus, dia amat dikenal untuk berbagai kebohongannya di dunia hiburan. Pada tahun 1842, dia membuat Fiji Mermaid dan meyakinkan surat kabar bahwa itu mahluk sungguhan.
4. Fur-Bearing Trout

Foto: ripleys.com
Ross C. Jobe, taksidermis yang bertanggung jawab atas penciptaan Fur-Bearing Trout karena dia membubuhkan deskripsi konyol. Sayangnya, meski Jobe cuma bercanda, orang-orang malah percaya mahluk itu memang pernah ada. Ikan tersebut diduga berasal dari Islandia, dan manusia yang memakannya bakal berubah jadi dinosaurus.
5. Jackalope

Foto: silverscreenoasis.com
Perpaduan kelinci dan rusa, bayangkan bagaimana sulitnya menangkap satwa dengan kelincahan tiada tara. Di Wyoming, Amerika Serikat, para pemburu bahkan ditawarkan lisensi meringkus Jackalope. Kabarnya, hanya dapat ditangkap tiap tanggal 31 Juni saja. Tapi, tunggu dulu, memang ada tanggal 31 Juni di kalender?
Sementara banyak pihak menuduh karya-karya tersebut sebagai kejahatan dan pemalsuan, beberapa taksidermis tak setuju akan tudingan semacam itu. Toh setiap orang boleh berkarya kan, baik itu murni fiktif atau berdasarkan fakta. Pada akhirnya, silahkan masyarakat yang menentukan jalan ceritanya.
