Konten dari Pengguna

Air Terjun di Gedung Pencakar Langit

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air Terjun di Gedung Pencakar Langit
zoom-in-whitePerbesar

Tiongkok tak cuma jadi negara yang maju secara ekonomi, namun teknologi dan arsitektur pun berkembang pesat di sana. Salah satu kehebatan modernitas Tiongkok dibuktikan dengan hadirnya air terjun di gedung pencakar langit.

Di tengah-tengah Kota Guiyang dan keramaian perkantoran, air terjun dari Gedung Liebian tampil sangat mencolok. Ketika pihak pengelola pertama kali menggelontorkannya, khalayak panik sebab mereka mengira telah terjadi kebocoran besar.

Dengan tingginya yang mencapai 106 meter, itu merupakan air terjun buatan tertinggi sedunia. Mengalir menuruni sisi bangunan, yang tentunya juga menerbangkan butir-butir air segar ke lingkungan sekitarnya.

Biaya perawatannya tak murah, pengelola gedung mesti mengeluarkan dana mencapai Rp 1,7 juta per jam demi menjaga volume air tetap stabil dan gedung tak terancam bahaya. Kontroversi pun muncul karenanya, pemilik gedung semestinya lebih menghebat energi; uang tersebut dapat digunakan untuk ihwal lebih bermanfaat.

Menanggapi keluhan publik, pengelola air terjun di Gedung Liebian kini hanya mengoperasikannya selama 10-20 menit saat acara-acara tertentu saja.