Alasan Penduduk Swedia Tak Suka Basa-basi

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita yang sering menyaksikan bagaimana masyarakat Indonesia begitu ramah dan gemar berbasa-basi, baik terhadap orang lokal ataupun warga negara asing, kemungkinan akan merasa aneh saat berplesir ke negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia, Swedia.
Dilansir oleh BBC International, penduduk Swedia cenderung cuek terhadap orang asing. Obrolan santai yang tidak berinti, atau sekadar berbasa-basi, dianggap tidak perlu.
Mereka umumnya bersikap masa bodoh terhadap percakapan yang tidak digunakan untuk bertukar informasi nyata dan bermakna.
Di Swedia, obrolan ringan dianggap sia-sia; dan memiliki istilah tersendiri sebagai kallprat (obrolan dingin) atau dödprat (“pembicaraan kematian”). Walhasil, untuk menghindari situasi ini, banyak orang Swedia melakukan "seni mengelak" yakni dengan menghindari kontak mata. Sering kali mereka juga enggan berkenalan dengan orang asing yang mungkin ditemui di jalan. Beberapa cara lainnya adalah dengan melihat ponsel atau melihat-lihat lingkungan sekitar.
Konon, bagi orang Swedia, tujuan berbicara adalah untuk bertukar informasi yang berarti. Sebab inilah, terlibat dalam obrolan tanpa tujuan sama sekali tidak dihargai.
Para wisatawan ataupun orang asing yang pergi ke Swedia, dan mencoba untuk memulai percakapan informal dengan penjaga toko atau pelayan, semisal dengan sapaan lokal hej, kemungkinan akan disambut dengan hej dalam nada datar sebagai tanggapan. Seringkali, bahkan dengan nada samar atau kecurigaan.
Para ahli mengatakan hal ini mungkin terjadi karena Swedia adalah negara berpenduduk jarang di lanskap yang relatif luas. Di sini, selama ratusan tahun, orang menjadi terbiasa untuk jarang berbicara dengan orang-orang di luar lingkaran terdekat mereka.
Hipotesis lain adalah bahwa keengganan untuk mengobrol dapat dikaitkan dengan tingkat imigrasi yang relatif rendah ke Swedia hingga tahun 1960-an. Keterpaparan minimal terhadap budaya mengobrol secara historis telah berpengaruh pada sikap orang Swedia. Mereka menjadi cenderung tidak melakukan praktik yang jelas-jelas tidak sesuai dengan budaya mereka
Namun, terlepas dari sikap mereka yang tak suka berbasa-basi, orang-orang Swedia secara umum hampir selalu sopan dan ramah. Meskipun, tentu saja, kesopanan mereka disampaikan dengan cara yang berbeda. Tidak sama dengan budaya orang-orang yang lebih gemar berinteraksi.
Di negara ini, kesederhanaan dan kepraktisan yang terbaik adalah dengan menghindari tuturan yang tidak bermakna.
