Albatros, Maestro di Atas Awan

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibarat pesawat layang yang anggun dan tanpa berat, albatros yang bersayap besar dapat tetap terbang tinggi selama berhari-hari tanpa harus mengepak. Teknik albatros ini disebut "melayang dinamis", karena mereka mampu menghadapi angin dan justru memanfaatkannya untuk terbang.
Selain teknik yang fantastis itu, berikut ini adalah lima hal menarik dari albatros.
Lebih cepat dari motor matic
Albatros dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 140 kilometer per jam. Ini merupakan top speed yang hanya bisa dicapai oleh beberapa jenis motor matic, tetapi kebanyakan tidak sanggup secepat ini.
Terbang sangat efisien
Burung ini sangat efisien dalam teknik terbang. Walhasil, mereka menghabiskan lebih banyak energi untuk mendarat dan lepas landas, ketimbang saat terbang.
Tak kenal lelah
Beberapa jenis burung albatros mampu mengitari Samudra Selatan tiga kali dalam satu tahun. Artinya, mereka telah menempuh jarak lebih dari 120.000 kilometer.
Pernah lihat albatros?
Jika kamu merasa tidak pernah melihat albatros, atau sangat jarang menyaksikannya berkeliaran di daratan, ini amat wajar. Burung ini memang jarang terlihat di darat.
Mereka hanya akan berkumpul untuk berkembang biak. Ini pun mereka lakukan setelah membentuk koloni besar di pulau-pulau terpencil.
Perantau sejati
Albatros muda baru bisa terbang pertama kali saat berumur 3-10 bulan, tergantung pada spesiesnya. Akan tetapi, setelah menguasai teknik terbang, mereka akan meninggalkan daratan sekitar 5-10 tahun lamanya. Mereka hanya akan kembali ke daratan semula setelah mencapai kematangan seksual.
Karena kehebatan albatros dalam urusan terbang, manusia pun menyalin desain dan tekniknya untuk merancang pesawat yang lebih hemat bahan bakar. Hewan ini benar-benar maestro di atas awan.
