Konten dari Pengguna

Angsa Teritip yang Konon Lahir dari Pohon

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: commons.wikimedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Foto: commons.wikimedia.org

Sebelum ilmu pengetahuan mengemukakan burung yang bermigrasi, para cendekiawan kuno berjuang untuk mencari tahu mengapa beberapa spesies burung muncul dan menghilang ketika musim berubah. Gagasan bahwa makhluk kecil berbulu ini dapat melakukan perjalanan ribuan mil untuk mencari makanan dan kehangatan memang tak pernah terbayangkan dulunya.

Seorang penulis Yunani, Homer, percaya bahwa Burung Jenjang terbang ke selatan di musim dingin untuk menghindari orang-orang Pigmi di Afrika. Aristoteles berpendapat, bahwa Burung Layang-Layang Batu menghindari ketegangan migrasi dengan berhibernasi di tanah. Bahkan pada abad ke-16, sempat dipercaya bahwa burung berkumpul dalam jumlah besar di musim gugur dan tenggelam di dalam lumpur atau air.

Di sini, Aristoteles nampaknya selangkah lebih maju dengan mengatakan, bahwa beberapa burung menjalani transmutasi ajaib ketika musim berubah. Ia menyatakan, bahwa Burung Ekor Merah-lembayung, yang biasanya terlihat selama musim panas, berubah menjadi Burung Robin Eropa ketika cuaca menjadi dingin. Kenyataannya, Ekor Merah-lembayung terbang ke selatan menuju Afrika untuk musim dingin, sementara Robin Eropa datang ke Yunani di musim dingin.

Foto: commons.wikimedia.org

Namun, dalam Topographia Hibernica-nya yang diterbitkan pada akhir abad ke-12, Gerald dari Wales meyakini bahwa ada satu spesies burung yang dihasilkan oleh alam dengan cara yang luar biasa, yaitu dari sebuah pohon balok pinus yang mengapus di atas air. Spesies tersebut ditutupi dengan cangkang putih dan digantung di batang pohon. Dalam proses pertumbuhannya, burung itu akan jatuh ke dalam air dan terbang dengan bebas di udara.

Apa yang Gerald lihat sebenarnya adalah angsa teritip, burung yang hidup di laut dan tidak bisa lepas dari permukaan batu atau kayu. Cangkang putih bulat dan tangkai hitam dari makhluk ini disalahartikan oleh mereka sebagai leher angsa yang masih dalam proses pertumbuhan. Angsa teritip sendiri biasanya berada di musim dingin di pesisir Skotlandia dan Irlandia, tetapi di musim panas, burung ini akan terbang ke utara menuju Kutub Utara dan berkembang biak di sana.

Paus Pius II juga meyakini hal yang sama. Dalam perjalanannya ke Skotlandia, Ia pernah menulis: “Aku mendengar bahwa di Skotlandia pernah ada pohon yang tumbuh di tepi sungai dan menghasilkan buah berbentuk bebek. Ketika hampir matang, buah itu jatuh ke tanah dan air. Apabila jatuh ke tanah, buah itu akan membusuk. Namun, jika jatuh ke air, maka buah itu akan hidup, berenang keluar dari air, dan terbang ke udara, dilengkapi dengan bulu dan sayap.”

Sumber: amusingplanet.com | neatorama.com | aworkstation.com