Konten dari Pengguna

Apel Mojie, Buah Artistik dari Jepang

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seni klasik ini telah dibudidayakan sejak lebih dari 200 tahun yang lalu.

Apel Mojie, Buah Artistik dari Jepang
zoom-in-whitePerbesar

Di Jepang, kebun buah-buahan yang menghasilkan Apel Mojie kebanyakan bertempat di Prefektur Aomori. Sejak lebih dari 200 tahun lalu, petani di sana menempatkan seni pada kulit apel dan menganggapnya dapat membawa keburuntungan.

Apel Mojie dapat menggambarkan apa saja, mulai dari tulisan kanji untuk kesehatan hingga wajah artis populer yang dicintai penggemarnya. Sering kali, Apel Mohie pula dihidangkan dalam acara bisnis atau perayaan tertentu.

Sama sekali tak mudah untuk menghasilkan Apel Mojie yang bagus, diperlukan kesabaran dari petani guna memiliharanya secara berkala. Selama setahun, mereka biasanya akan memberikan perlakuan khusus 10 hingga 12 kali untuk pohon apel --bandingkan dengan apel Amerika Serikat yang lazimnya hanya disentuh sekali saat panen saja.

Prosesnya dimulai bahkan sebelum buah apel muncul, ketika pekerja memotong ranting-ranting pohon untuk menghilangkan kepadatan daun sehingga buah akan menerima sinar matahari yang cukup. Lalu ketika buah hadir, mereka akan menutupnya dua kali (satu untuk mengubah pigmen apel menjadi berwarna cerah dan satu kali lagi saat menempelkan stesilan huruf/gambar).

Seperti halnya dalam seni membuat pohon bonsai, ketelitian terhadap detail sangat diperlukan demi meraih Apel Mojie yang sempurna. Petani mesti tahu waktu yang tepat untuk memanfaatkan fotosintesis sinar matahari; kapan mereka harus menutup apel untuk melindunginya dari serangan hama atau suhu di musim dingin.

Menurut Chisato Iwasaki, yang telah berkecimpung dalam budidaya Apel Mojie selama lebih dari 20 tahun, dahulu para petani menggunakan lukisan arang untuk membuat Apel Mojie. Kemudian beralih pada stensil plastik, karena lebih kuat merekat dan menghasilkan bentuk jiplakan lebih rapih.

Jenis yang paling cocok untuk bisnis Apel Mojie ialah Mutsu atau Stark Jumbo. Bagi Iwasaki, selain karena ukurannya lebih besar (leluasa untuk menempelkan stensil), dua jenis tersebut juga memiliki kulit yang halus.

Sumber: ringodaigaku.com | japantimes.co.jp