Bagaimana Wajah Prajurit Wanita Viking?

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk mengetahui bagaimana bentuk rupa dari wajah manusia yang pernah hidup ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu mungkin termasuk hal yang sulit untuk dilakukan. Namun, teknologi sudah berkembang jauh dari yang kita pikirkan. Sekarang dan untuk pertama kalinya, kamu bisa melihat dengan jelas bagaimana bentuk wajah dari seseorang yang pernah hidup ribuan tahun yang lalu.
Wajah orang yang dimaksud adalah dari seorang prajurit Viking wanita yang hidup sekitar 1.000 tahun yang lalu, lengkap dengan beberapa bekas luka dari pertempuran yang pernah ia alami. Penampilannya diambil berdasarkan kerangka tengkorak aslinya yang digali lebih dari seabad yang lalu di Solør, Norwegia. Para peneliti merekonstruksi wajahnya menggunakan teknik untuk membangun lapisan otot berdasarkan bentuk tengkorak dan anatomi lainnya.
Kerangka tersebut diteliti dan hasil analisanya menyatakan bahwa itu memang tengkorak yang berasal dari zaman Viking yang membentang dari sekitar 800 M hingga 1066 M. Itu adalah masa dimana orang-orang Nordik di Eropa Utara memperluas pengaruhnya di sejumlah besar benua melalui perdagangan.
Sebagian besar kehidupan prajurit Viking wanita ini masih menjadi misteri, namun ada beberapa petunjuk yang cukup jelas bahwa wanita ini dulunya memang seorang pejuang Viking. Pertama, di makamnya terdapat banyak senjata, seperti pedang, kapak perang, tombak, dan panah. Kedua, di dahinya terdapat bekas luka sayatan. Belum diketahui apakah luka ini yang menyebabkan ia mati di medan perang, karena lukanya sendiri menunjukkan tanda-tanda penyembuhan dalam beberapa waktu.
“Ini adalah bukti pertama yang menyatakan bahwa wanita Viking juga memiliki cedera dalam pertempuran,” kata arkeolog Ella Al-Shamani. “Saya sangat bersemangat karena ini adalah wajah yang belum pernah terlihat dalam 1.000 tahun. Dia tiba-tiba menjadi sangat nyata,” tambahnya.
Dari dulu, sosok prajurit wanita memang kerap menimbulkan kontroversi. Memang para pejuang wanita banyak muncul dalam kisah-kisah legendaris, namun itu hanya sebatas mitologi saja. Namun, dengan ini semakin banyak bukti arkeologis yang menantang pandangan itu dengan keras.
Sumber: reddit.com |iflscience.com | theguardian.com | livescience.com
